Polda Sumsel juga membentuk tim khusus yang diperkuat personel dari Jakarta untuk menangani identifikasi korban secara maksimal.
Total ada tujuh dokter forensik dan sekitar 30 personel pendukung yang mulai bekerja sejak Kamis pagi.
Menurut Andrianto, proses identifikasi membutuhkan ketelitian tinggi karena sebagian korban mengalami luka bakar akibat kebakaran hebat setelah tabrakan terjadi.
Tim DVI saat ini masih melakukan pemeriksaan ciri fisik awal sebelum masuk ke tahap rekonsiliasi atau pencocokan data ante mortem dan post mortem.
“Fokus utama kami adalah memastikan identitas korban benar-benar akurat sesuai prosedur ilmiah,” katanya.
Ia menambahkan, beberapa jenazah sebenarnya sudah mengarah pada identitas tertentu. Namun, pengumuman resmi tetap menunggu hasil verifikasi akhir sesuai standar DVI Polri.
Pihak kepolisian menegaskan jenazah baru akan diserahkan kepada keluarga setelah identitas dipastikan valid dan telah terverifikasi resmi.

