News

TKI Ponorogo Akhirnya Meninggal Setelah Mengalami Kecelakaan Sepeda Motor di Taiwan

×

TKI Ponorogo Akhirnya Meninggal Setelah Mengalami Kecelakaan Sepeda Motor di Taiwan

Sebarkan artikel ini
kecelakaan taiwan
Kondisi Wahyu Agung Prasetyo saat di rawat di ruang ICU RS Fongyen Taicong, Taiwan, Sabtu (15/6/2025). foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Setelah menjalani perawatan di ruang ICU di RS Fongyen Taicong, Taiwan TKI asal Ponorogo, Wahyu Agung Prasetyo akhirnya meninggal dunia, Senin (16/6/2025) sore.

Wahyu Agung Prasetyo merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dukuh Tunjungan, Desa Blembem, kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo menghembuskan nafas terakhirnya pukul 16:30 WIB.

Menurut informasi Wahyu Agung terpaksa menjalani perawatan di ruang IC setelah mengalami kecelakaan sepeda motor di daeran Wansa dan langsung di larikan ke RS Fongyen Taicong, Taiwan.

Menurut informasi korban mengalami kecelakaan naik sepeda mtor dan terjatuh hingga mengalami kritis, Sabtu (15/6/2025) kemudian sempat dirawat di ICY dan akhirnya meninggal dunia.

Kabar meninggalnya Wahyu Agung mendapat reaksi dari berbagai kalangan seperti dalam unggahan akun facebook Mbok Cikrak REAL yang mengungkap ucapan duka cita mendalam.

Baca Juga  Jadwal SIM Keliling Kota Tangerang

“Innalilahi wa inna illaji roji’un…telah berpulang salah satu pahlawan devisa kita,” tulis akun Allena dalam unggahannya di akun facebook.com.

Menurut informasi yang dilansir suarabmi.co.id Wahyu Agung berangka ke Taiwan untuk beradu nasib memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya dengan membayar penempatan kerja sebesar Rp70 juta.

Namun sayang tak lama setelah tiba di Taiwan ia divonis mengidap penyakit TBC (tuberkulosis), dan mendapat ancaman dari pihak agensi untuk dipulangkan ke Indonesia.

Situasi ini membuat Wahyu Agung ketakutan dan tertekan hingga ia memutuskan kabur dari pekerjaannya dan memilih melepas dari ikatan agensi tenaga kerja.

Wahyu Agung rupanya tak ingin segera pulang sebelum mengembalikan uang hasil menggadaikan sertifikat tanah milik keluarga untuk biaya keberangkatannya ke Taiwan.

Baca Juga  Disnaker Bingung Mencari Keluarga Sareh TKI Ponorogo yang Meninggal di Malaysia

Ia pun menjadi pekerja tidak resmi di Taiwan setelah kabur dari penempatan pekerjaan sebelummya, ia pun bekerja baru satu bulan dilokasi pekerjaan barunya itu dan mengalami kecelakaan tunggal.

Wahyu diduga tergelincir di jalanan yang lincin dengan mengendarai sepeda motornya di sebuah medan yang tidak dia kenal dengan baik dan terjatuh hingga kritis dan akhirnya meninggal dunia.

Menurut kesaksian Allena, TKI Wahyu diduga kerap menerima tekanan soal tagihan utang, ia pun kerap dalam situasi tertekan dan murung sebelum peristiwa itu terjadi.

Baca Juga  Komika Dodit Mulyanto Kasih Inspirasi Outfit Halloween Paling ‘Seram’ di Tahun 2024

Pasca kecelakaan parah itu Wahyu mengalami pendarahan hebat dan segera dilarikan ke RS Fongyuan, Taiwan.

Karena kondisi korban masih kritis, tim medis belum dapat melakukan tindakan medis lanjutan karena risikonya terlalu tinggi.

Relawan Allena sempat menjenguknya pada Minggu (15/6/2025) dan menyampaikan bawah Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) akan menjenguk Senin (16/6/2025) untuk mendapat keterangan resmi dari dokter.

Namun beberapa jam setelah itu mendapatkan kabar dari pihak KDEI terkait kematian Wahyu Agung Prasetyo.

Peristiwa ini menjadi agar menjadi pelajaran bagi para pekerja Indonesia yang lain yang tidak berdokumen.

Allena juga menyerukan agar kepada para TKI lain agar tidak memilih jalan kabur meski dalam situasi tertekan, karena risiko melarikan diri sangat tinggi.

Apapun alasannya jangan memilih atau memutuskan kabur dan menjadi tenaga kerja ilegal, karena risiko yang bakal dihadapi jauh lebih berat dari tekanan yang dialaminya.

Rencana pemulangan jenazah belum ada keterangan resmi yang di dapatkan dari para relawan maupun teman-teman korban di Taiwan.

Namun sejumlah relawan memastikan jika pihak KDEI Taipei dipastikan sudah turun langsung untuk mengurusi kasus ini hingga selesai.

Dukungan dari korban terus mengalir melalui sosial media, yang berharap jenazah korban segera dapat dipulangkan ke Ponorogo. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *