DPRD DKI Jakarta berharap bahwa dengan berbagai dukungan yang diberikan, PAM Jaya dapat semakin optimal dalam menekan angka NRW dan memastikan bahwa seluruh warga Jakarta dapat menikmati layanan air bersih secara merata.
Target PAM Jaya untuk 2030
PAM Jaya menargetkan penurunan tingkat kebocoran air atau NRW hingga 30 persen pada tahun 2030. Saat ini, angka NRW berada di 46 persen. Selain itu, PAM Jaya juga berencana untuk memperluas jaringan pipa air bersih hingga mencakup 100 persen wilayah Jakarta pada 2030.
Direktur Utama PAM Jaya, Arif Nasrudin, menjelaskan bahwa tingginya tingkat kebocoran air disebabkan oleh kondisi pipa-pipa yang sudah tua, dengan beberapa di antaranya berusia lebih dari 100 tahun. Hal ini membutuhkan investasi besar dan waktu yang cukup lama untuk perbaikan, yang juga dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Sebagai langkah awal, PAM Jaya akan fokus memperbaiki pipa di enam wilayah dengan tingkat kebocoran tinggi, antara lain di Asem Baris, Kampung Melayu, Abdul Wahab, Kebon Jeruk, Pulomas, dan Duren Sawit.
“Di Kampung Melayu, misalnya, tingkat kebocorannya mencapai 79 persen, yang sangat tinggi. Namun, jika enam wilayah ini berhasil ditangani, kontribusinya dapat mengurangi angka NRW sebesar 1 persen secara keseluruhan di Jakarta,” jelas Arif.
Dengan pendekatan bertahap tersebut, PAM Jaya berharap dapat mengurangi tingkat kebocoran secara signifikan dan meningkatkan kualitas layanan air di Jakarta. (aldi/aps)
