Khawatir api menjalar hingga ke warung miliknya, Budi mengaku sambil dirundung kepanikan Ia bersama pedagang lainnya menutup warung dan mengamankan barang-barang berharga. Bahkan kata dia, tembok pembatas antara pabrik dengan jalan umum ambruk akibat tertimpa material besi kerangka bangunan pabrik.
“Terus gedung yang tinggi ini rubuh nah itu langsung keluar api atap samping kebuka langsung keluar api. Itu kebuka baru keluar api banyak. Ini tembok kerubuhan pemanasnya itu, yang bulat. Rubuh dari atas akhirnya ambruk temboknya. Soalnya besi-besi baja kan gede. Yang bulat gede itu pemanasnya kayak pusat mesin blowernya gitu,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Pleton 2 Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi belum bisa mengungkap penyebab kebakaran pada gedung pabrik tersebut. Menurutnya, sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran serta hampir 40 orang pertugas dikerahkan ke lokasi guna melakukan proses pemadaman api.
Selain itu juga Salimi mengungkapkan bahwa dalam proses pemadaman api, pihaknya harus menggunakan cairan khusus agar api bisa dipadamkan dengan cepat, dan banyaknya bahan kimia di dalam gedung pabrik.
“Material mudah kebakar karena mudah cair yaitu bahan baku itu lilin. Untuk pemadaman kita menggunakan racun api atau softbepek atau typol,” jelas Salimi.
Salimi juga mengaku saat petugas tiba di lokasi, api sudah menghanguskan hampir sebagian gedung pabrik lilin tersebut. Dampak dari ambruknya tembok pembatas pabrik menutupi sebagian jalan sehingga akses jalan pun tidak lagi bisa dilalui oleh warga.
“Betul ada ledakan, Informasi dari perusahaan diduga dari gas. Kita kerahkan dari kabupaten 8 unit. Bantuan dari kota Bekasi kurang lebih 3 unit,” tuturnya.
Dalam insiden tersebut, Salimi menyebut tidak ada korban jiwa, tetapi sejumlah petugas pemadam kebakaran mengalami sesak nafas saat melakukan proses pemadaman api, akibat menghirup asap hitam tebal yang mengepul dari dalam bangunan gudang sehingga harus dibantu oleh oksigen.





