KITAINDONESIASATU.COM – Mantan penyanyi One-Direction, Liam Payne, di temukan memiliki beberapa jenis obat, termasuk kokain dan metamfetamin, dalam sistem tubuhnya saat terjatuh dari balkon hotel di Argentina. Demikian menurut sumber anonim yang memiliki informasi mengenai laporan toksikologi awal.
Penyanyi asal Inggris tersebut meninggal pada usia 31 tahun setelah jatuh dari lantai tiga hotel di Buenos Aires minggu lalu.
Media seperti ABC News dan TMZ melaporkan bahwa otopsi parsial menemukan campuran obat yang di kenal sebagai “kokain merah muda,” yang terdiri dari metamfetamin, ketamin, dan MDMA, serta kokain dan benzodiazepin.
Sumber anonim ini memberi tahu bahwa hasil awal tersebut menunjukkan adanya paparan kokain. Meskipun tidak dapat mengungkapkan secara tepat berapa banyak yang ada dalam darahnya saat ia meninggal.
Hasil akhir dari laporan toksikologi di perkirakan tidak akan di rilis selama beberapa minggu ke depan.
Associated Press melaporkan bahwa seorang pejabat anonim menyatakan hal ini sambil meminta identitasnya dirahasiakan. Karena ia tidak memiliki izin untuk memberikan informasi kepada wartawan. Laporan awal ini telah banyak di laporkan di media lokal pada hari Senin, 21 Oktober 2024.
Pihak penuntut umum Argentina saat ini sedang menyelidiki kasus ini, yang merupakan prosedur standar ketika terjadi kematian mendadak atau tidak terduga.
Otopsi menunjukkan bahwa cedera traumatis yang menyebabkan kematian Payne sejalan dengan kejadian jatuhnya dari jendela hotel setinggi tiga lantai. Jaksa penuntut telah menegaskan bahwa tidak ada indikasi keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut.
Baca juga: Misteri Kematian Liam Payne Terungkap, Diduga Kuat Narkoba dan Obat Halusinogen Penyebabnya


