KITAINDONESIASATU.COM – Tanah longsor dan banjir terjadi di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Hujan deras yang mengguyur wilayah ini sejak Rabu (18/12/2024) menyebabkan banjir dan tanah longsor.
Wilayah yang terdampak banjir itu adalah Desa Karatau, Desa Siraun, Desa Salumakki, Desa Tonrobulo, dan Desa Lasa’. Kondisi itu menjadikan tiga desa terisolir karena akses jalan terputus.
Desa yang terisolir itu yakni Desa Siraun, Desa Lasa dan Desa Salumakki.
Penyebabnya adalah material longsor dan juga jembatan penghubung yang rusak diterjang derasnya aliran air sungai.
Menurut Kepala Desa Karatau, Oktaf, ada lima Desa yang mengalami kondisi bencana alam baik banjir maupun tanah longsor, tetapi ada tiga desa yang terisolir hingga saat ini.
“Akses jalan terputus dengan adanya tiga titik longsor yaitu Desa Siraun, Desa Lasa dan Salumakki. Sekarang tidak bisa lagi ke pusat Desa Karatau untuk membeli kebutuhan mereka karena jalannya sudah terputus termasuk wilayah Desa Tonrobulo beberapa jalan poros tidak dapat dilalui kendaran roda empat,” kata Oktaf, Jumat (20/12/2024).
Ditambahkan Oktaf, kondisi banjir dan longsor yang terjadi ini sangat parah. Selain merusak infrastruktur, luapan air sungai juga masuk ke pemukiman warga, yang sebelumnya tidak pernah terjadi banjir separah ini.
“Mobil tidak bisa melintas dengan kondisi normal, mobil tersebut harus ditarik oleh warga agar bisa keluar dari lumpur,” jelasnya.
Warga terpaksa harus berjuang keras melewati material longsor, dengan saling membantu mengangkat kendaraannya melewati material longsor.
Bahkan mereka harus menggunakan tali untuk menarik kendaraan yang melalui jalan yang rusak parah.
Hingga saat ini, warga di tiga desa ini masih terisolir. Mereka membutuhkan bantuan pemerintah, terkhusus alat berat untuk memperbaiki dan membuka kembali akses jalan menuju kampung halaman mereka.
“Sekiranya dengan kondisi yang ada di wilayah kami yang letaknya di Kecamatan Kalumpang ini, pemerintah yang lebih di atas dari kami dapat segera memberikan bantuan berupa alat berat untuk menangani kondisi yang ada,” tutup Oktaf. (Fit/Yo)


