KITAINDONESIASATU.COM – Kecelakaan mengerikan kembali terjadi di wilayah Bojonegoro melibat seorang wanita alias emak-emak yang membonceng anakya tewas menabrak Elf, Senin (30/6/2025).
Peristiwa yang terjadi pukul 14:30 WIB itu terjadi di ruas Jalan Poros Utama Kecamatan Balen-Sugihwaras masuk Desa Kemamang, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sementara sang anak mengalami luka-luka serius.
Kecelakaan melibatkan seorang emak-emak mengendarai sepeda motor Suzuki Satria bernama Siti Aulia Puspita (40) warga Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro yang memboncengnya anaknya berusia 4 tahun Queenza Natalia putri.
Menurut informasi yang diperoleh mengungkapkan korban yang mengendarai sepeda motor tanpa plat nomor membonceng anaknya melaju dari arah Selatan ke arah Utara.
Di tengah perjalanan Siti Aulia hendak menyalip mobil yang melaju di depannya dengan mengambil haluan sebelah kanan.
Namun sayang diduga korban kurang memperhatikan situasi lalu lintas di depannya dan saat menyalip mobil terlalu ke kanan hingga melebihi as jalan.
Pada saat yang bersama juga melaju kendaraan lain berupa Isuzu Elf S 7306 A dari arah berlawanan yang dikemudikan Abdul Taufiq.
Karena jarak terlalu dekat dan dalam waktu yang cepat sehingga tak terhindarkan sepeda motor yang dikemudikan ibu muda dan anaknya itu menghantam Elf yang juga melaju dari arah berlawanan.
Akibatnya terjadi benturan keras dan tabrakan tak terhindarkan hingga sepeda motor dan pengendaranya terpental dan jatuh ke aspal, bahkan sepeda motor sempat terlindas roda mobil Elf.
Akibat kejadian itu pengendara sepeda motor Siti Aulia mengalami luka-luka berat hingga meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di RSUD Sumberejo, sedangkan anaknya menalami luka-luka serius masih dalam perawatan di RS yang sama.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian Nur Pratama mengatakan dari hasil keterangan para saksi pengendara sepeda motor melaju di jalan raya tanpa dilengkapi TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor).
Sepeda motor diduga kurang berhati-hati dan waspada dalam berkendara, sehingga tak bisa melihat situasi kendaraan di sekitarnya saat menyalip.
Polisi menghimbau kepada para pengendara untuk waspada dan selalu berhati-hati dan mentaati peraturan lalu lintas sehingga aman saat berkendara di jalanan.
Terkait kecelakaan itu petugas kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian dan telah mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Kewaspadaan bermotor
Dari kronologi yang terjadi pengendara sepeda motor kurang perhitungan saat menyalip, apalagi jalannya sempit sangat berbahaya menyalip.
Pengendara kemungkinan tidak memperhitungkan jarak aman dan kecepatan kendaraan dari arah berlawanan saat hendak menyalip.
Membawa balita di atas motor bisa mengganggu fokus berkendara, apalagi jika balita rewel atau tidak duduk stabil.
Bisa jadi pengendara merasa tergesa atau memaksa menyalip di celah sempit, tanpa memastikan kondisi aman, hingga mereka tanpa berfikir panjang langsung memutuskan hingga akhirnya terjadi tabrakan.
Jalan sempit atau dua arah tanpa median pembatas juga merupakan kondisi yang berbahaya bagi kedua pengendara, untuk itu perlu berhati-hati dan waspada. **

