Di bagian akhir surat, korban menggambar simbol wajah menangis.
Keberadaan surat tersebut menjadi bagian penting dalam penyelidikan, karena mengindikasikan adanya kesadaran korban sebelum peristiwa terjadi.
Polisi menyatakan proses pendalaman masih berlangsung untuk memahami latar belakang kejadian secara utuh.
Peristiwa ini turut mengundang perhatian akademisi Rocky Gerung. Dalam pernyataannya di media sosial yang dikutip Rabu (4/2/2026), Rocky menyebut tragedi tersebut sebagai sinyal kuat adanya persoalan serius dalam kehidupan bernegara.
Rocky menyoroti cerita tentang permintaan korban kepada ibunya untuk membeli sebuah buku yang tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi.
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan beban sosial yang seharusnya tidak ditanggung oleh seorang anak.
