KITAINDONESIASATU.COM – Sunhaji, penjual es teh asal Grabag, Magelang, mendapat limpahan berkah setelah insiden dihardik oleh Gus Miftah saat berjualan di acara sholawatan.
Rezeki yang ia terima pun luar biasa, mulai dari bantuan uang tunai, hadiah rumah, hingga kesempatan berangkat umrah.
Setelah Gus Miftah menyambangi rumahnya untuk meminta maaf, Sunhaji kini mendapatkan penghormatan lain.
Ia resmi didapuk sebagai anggota kehormatan Banser Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
BACA JUGA : Keponakan Prabowo Respon Kasus Gus Miftah, Minta Evaluasi Jabatan Utusan Khusus Presiden
Dilansir dari NU Online, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor DIY, Abdul Muiz, menjelaskan alasan pengangkatan Sunhaji sebagai anggota kehormatan Banser DIY.
Pertama, Sunhaji adalah jamaah pengajian Gus Miftah.
Kedua, sebagai seorang Nahdliyin, ia dinilai membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU).
“Kemudian urgensi kedua yakni Sunhaji butuh dukungan dari semua kalangan termasuk warga NU apalagi ia juga merupakan Nahdliyin sehingga mengangkatnya sebagai anggota dirasa perlu,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya mencegah polemik yang bisa meluas dan menjadi masalah yang tidak substansial.
Ini jalan tengah sebagai upaya mencegah hal-hal yang berpotensi memecah dan meluas kepada yang tak substansi,” imbuhnya.
Pengangkatan Sunhaji sebagai anggota kehormatan dilakukan saat ia mengunjungi Pondok Pesantren Ora Aji yang diasuh oleh Gus Miftah di Kalasan, Sleman. Dalam acara tersebut, Sunhaji awalnya mengenakan pakaian batik, tetapi kemudian berganti seragam lengkap Banser usai prosesi pelantikan.
Sunhaji dapat Tawaran Umrah
Kisah viral Sunhaji, penjual es teh asal Magelang, berhasil menarik perhatian dan simpati dari banyak pihak.
Berbagai donatur berdatangan ke rumahnya di Dusun Gesari, Desa Sumbersari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, untuk memberikan bantuan dan dukungan moral.
Salah satu donatur, Amar Suratie, seorang pengusaha asal Malang, menawarkan perjalanan umrah gratis kepada Sunhaji dan istrinya.
Amar mengunjungi rumah Sunhaji pada Rabu, 4 Desember 2024, sekitar pukul 07.00 WIB.
Ia mengaku tergerak membantu setelah melihat video insiden yang viral di media sosial.
“Insyaallah ini menjadi hikmah yang luar biasa. Pedagang es teh seperti Pak Sunhaji jadi orang yang istimewa di Indonesia,” tambah Amar.
Sunhaji, yang menerima banyak donasi, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan. Namun, terkait tawaran umrah, ia belum dapat memastikan keputusannya karena perlu berdiskusi dengan keluarga.
“Kalau itu memang kodrat dan izin dari Allah untuk saya, ya saya berangkat. Tapi saya tidak bisa berangkat sendiri karena saya punya keluarga dan saudara. Saya akan bicara dengan kakak-kakak saya,” ujarnya.
