KITAINDONESIASATU.COM – PT MRT Jakarta (Perseroda) bersiap mengubah kawasan Stasiun Fatmawati menjadi pusat komersial modern seperti extended concourse di Stasiun Bundaran HI. Proyek ambisius ini digadang-gadang bakal menghadirkan wajah baru kawasan MRT di Jakarta Selatan.
Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud, mengatakan bahwa pihaknya sudah menuntaskan studi kelayakan awal untuk pengembangan area Stasiun Fatmawati menjadi ruang multifungsi yang terintegrasi.
Menurut Farchad, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas komersial baru layaknya extended concourse bawah tanah di Bundaran HI.
Namun, MRT Jakarta mengaku tak ingin gegabah menjalankan proyek jumbo tersebut. Pasalnya, kawasan Jalan TB Simatupang dikenal sebagai salah satu titik paling padat dan macet di Jakarta Selatan.
“Kami harus sangat hati-hati karena area ini sangat padat dan tingkat kemacetannya tinggi,” ujar Farchad, di Jakarta, Rabu (3/6).
Untuk merealisasikan proyek tersebut, MRT Jakarta kini tengah menyiapkan skema pendanaan kreatif dengan membuka peluang kerja sama bersama investor swasta.
Konsep pengembangan terintegrasi ini diharapkan mampu menghadirkan area komersial baru yang modern sekaligus memperkuat konektivitas transportasi publik di kawasan Fatmawati.
Farchad bahkan menyebut luas area yang bisa dikembangkan di sekitar Stasiun MRT Fatmawati hampir setara dengan extended concourse bawah tanah yang kini dibangun di Bundaran HI.
Sementara itu, Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, menargetkan extended concourse Bundaran HI mulai beroperasi pada Juni 2027 bertepatan dengan perayaan 500 tahun Kota Jakarta. (*)


