”Apabila ditemukan oknum-oknum tersebut agar ditangkap, dilaporkan kepada Bawaslu maupun aparat keamanan. Kita jaga demokrasi kita,” ucap Ariza.
Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan laporan pihaknya terdapat upaya-upaya tidak elok dan menyalahi aturan Pilkada, terjadi menjelang hari pemilihan.
Secara jelas, Ariza panggilan Ahmad Riza Patria menyampaikan bahwa ada dugaan money politik di wilayah Kelurahan Kemanggisan dan Kelurahan Palmerah di Jakarta Selatan.
“Informasi yang kami peroleh sekitar 18 RW yang disasar,” ujarnya dalam jumpa pers, pada Senin malam (25/11).
Dilaporkan, katanya, tiap orang akan diberi imbalan antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu bila mencoblos sesuai harapan paslon tersebut.
Untuk itu, dia mengajak semua pihak bersama-sama menjaga pilkada Jakarta dari berbagai potensi kecurangan.
Sehingga pilkada Jakarta sebagai pesta demokrasi tidak rusak oleh ulah pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
“Kami mengajak seluruh kader partai politik, relawan, dan masyarakat Jakarta mewaspadai berbagai tindak kecurangan di kubu lawan yang terjadi di masa tenang,” ucapnya.
Seruan tersebut dia sampaikan secara langsung, karena pihaknya sudah mendapatkan laporan dan bukti dugaan kecurangan.***
Editor Aam Permana S
