Penurunan ini menjaga peringkat Israel tetap tiga tingkat di atas peringkat investasi, turun dari enam tingkat sebelumnya tahun ini.
“Ini jelas merupakan indikasi yang cukup kuat bahwa mereka percaya risiko semakin meningkat lebih dari yang mereka duga sebelumnya, dan deteriorasinya cepat,” kata Karnit Flug, mantan kepala bank sentral yang kini berada di Israel Democracy Institute.
Moody’s juga mempertahankan prospek negatif terhadap Israel di tengah eskalasi konflik di kawasan tersebut dengan kelompok perlawanan Lebanon, Hezbollah.
Selanjutnya, Moody’s juga mengingatkan bahwa rating berpotensi diturunkan lebih lanjut jika ketegangan yang meningkat saat ini dengan Hezbollah berubah menjadi konflik berskala penuh.
Umumnya, kehilangan peringkat investasi berarti lonjakan biaya untuk melayani utang, dan hal ini dapat memaksa beberapa investor untuk menjual kepemilikan mereka yang semakin menekan harga pasar obligasi Israel.
Agensi pemeringkat Fitch menurunkan peringkat kredit Israel menjadi “A” dari “A-plus” bulan lalu, dan mempertahankan prospek peringkat negatif.
Deposit yang Terus Merosot
Dilansir dari laman resmi Moody’s, penurunan peringkat simpanan jangka panjang bank menjadi Baa1 dipicu oleh penurunan peringkat kredit Israel menjadi Baa1, yang mengakibatkan penurunan dukungan pemerintah untuk simpanan.
Moody’s terus mengasumsikan probabilitas yang sangat tinggi untuk dukungan pemerintah bagi lima kelompok perbankan besar Israel karena pentingnya sistemik mereka dan sejarah pemerintah Israel dalam mendukung bank-bank yang penting secara sistemik, jika diperlukan.



