News

Satu Tahun Dedie–Jenal, Biskita Sempat Berhenti, Kota Kembali Bergerak

×

Satu Tahun Dedie–Jenal, Biskita Sempat Berhenti, Kota Kembali Bergerak

Sebarkan artikel ini
IMG 20260222 WA0008
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim didampingi Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin dan Sekda Kota Bogor menjelaskan sejumlah kebijakan dan capaian Pemkot Bogor di hadapan awak media. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Satu tahun kepemimpinan Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin di Kota Bogor ditandai dengan fokus pada penguatan layanan publik, penataan kawasan strategis, serta pembangunan infrastruktur perkotaan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menempatkan ketiga sektor tersebut sebagai fondasi awal untuk memperbaiki kualitas pelayanan sekaligus menata wajah kota.

Salah satu kebijakan yang dirasakan langsung masyarakat adalah kembali beroperasinya layanan transportasi publik Biskita. Layanan ini sempat terhenti akibat penghentian subsidi dari pemerintah pusat. Pemkot Bogor kemudian mengambil langkah dengan mengalokasikan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor agar layanan tersebut tetap berjalan.

Melalui skema tersebut, mobilitas warga, terutama pekerja dan pelajar, kembali terjaga. Pada awal tahun 2026, di tengah masa transisi anggaran dan libur Tahun Baru, operasional Biskita hanya mengalami jeda selama lima hari kalender sebelum kembali melayani masyarakat.

Baca Juga  Monumen Perjuangan Jonggol, Jejak Sejarah yang Dihidupkan Kembali

Di sektor penataan kota, kawasan eks Pasar Bogor yang sebelumnya dikenal padat dan semrawut mulai menunjukkan perubahan. Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Roda, Jalan Bata, Jalan Pedati, dan Lawang Seketeng dilakukan untuk memperbaiki ketertiban lalu lintas sekaligus menata aktivitas perdagangan.

Para pedagang yang sebelumnya berjualan di badan jalan direlokasi ke Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari. Proses relokasi dilakukan melalui dialog intensif antara Pemkot Bogor dan para pedagang dengan pendekatan persuasif. Langkah ini dinilai mampu meminimalkan potensi konflik serta membuka ruang percepatan revitalisasi kawasan pasar agar lebih bersih dan nyaman.

Untuk menjaga ketertiban kawasan strategis, khususnya di sekitar Pasar Bogor dan Alun-Alun Kota Bogor, Pemkot Bogor juga menempatkan satuan unit Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) secara permanen. Penempatan tersebut disertai penerapan sanksi denda sebagai bagian dari penegakan aturan terhadap aktivitas PKL yang melanggar ketentuan.

Baca Juga  Disandera KKB Selama 1,5 Tahun, Pilot Susi Air Dibebaskan Tim Gabungan

Di bidang pendidikan, Pemkot Bogor menunjukkan komitmen memperluas akses layanan sekolah negeri dengan merampungkan pembangunan SMP Negeri 22 dan SMP Negeri 23. Kehadiran dua sekolah baru ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan peserta didik sekaligus memperluas pemerataan layanan pendidikan di berbagai wilayah Kota Bogor.

Pada sektor infrastruktur dan penataan kawasan, sejumlah proyek strategis mulai menunjukkan hasil. Jalur sementara telah dapat dilalui masyarakat, sementara lahan Batutulis telah selesai dibebaskan sebagai bagian dari upaya penataan kawasan tersebut. Selain itu, Bumi Ageung Batutulis telah siap difungsikan sebagai Museum Pajajaran, dan Kuncup Batutulis telah selesai direnovasi.

Pemkot Bogor juga memulai revitalisasi sejumlah fasilitas publik. Beberapa di antaranya adalah revitalisasi GOR Pajajaran tahap pertama, revitalisasi Terminal Bubulak yang telah diselesaikan pada tahap pertama, serta penyelesaian tahap pertama Taman Olahraga Yasmin.

Baca Juga  YouTube Jadi Mitra FIFA untuk Piala Dunia 2026, Ini Skema Siarannya

Di sektor konektivitas, pembangunan Jalan R3 telah diselesaikan hingga tahap kedua. Sementara itu, jalur pedestrian yang menghubungkan Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Tirto Adisoerjo kini telah terhubung dan dapat dimanfaatkan masyarakat, sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki.

Upaya mempercantik wajah kota sekaligus meningkatkan keselamatan juga dilakukan melalui program penurunan kabel udara. Hingga saat ini, penurunan kabel udara telah terealisasi sepanjang 8 kilometer dari total target 17 kilometer yang direncanakan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Bogor menilai satu tahun kepemimpinan Dedie–Jenal difokuskan pada penataan fondasi kota melalui penguatan layanan dasar, penertiban kawasan strategis, serta pembangunan infrastruktur pendukung. Ke depan, kebijakan tersebut akan dilanjutkan secara konsisten dengan melibatkan peran aktif masyarakat. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *