Kenaikan utang serta defisit anggaran negara dinilai menambah sensitivitas pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia.
Meski demikian, pemerintah menyatakan rasio utang masih berada dalam batas aman terhadap produk domestik bruto.
Pelaku pasar kini menanti langkah pemerintah dan Bank Indonesia menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global yang masih berlanjut.(*)
