KITAINDONESIASATU.COM – Pakar telematika, Roy Suryo, bersama Rismon Sianipar dan Dokter Tifa, meluncurkan buku berjudul “Jokowi’s White Paper” di University Club (UC) UGM Yogyakarta, Senin (18/8/2025). Peluncuran ini sempat diwarnai insiden pembatalan penggunaan ruang oleh pihak UGM, yang membuat acara harus dipindahkan ke area lain di kompleks yang sama.
Roy Suryo menyatakan bahwa buku setebal hampir 700 halaman ini berisi kajian mendalam, mulai dari isu ijazah dan skripsi Presiden Joko Widodo hingga analisis forensik digital. Menurutnya, isu ijazah tersebut bermula dari pernyataan Jokowi yang pernah menyebut IPK-nya di bawah 2.
“Kesimpulannya adalah skripsinya 99,94 persen palsu, tidak mungkin menghasilkan ijazah asli,” tegas Roy Suryo. Ia menyebut buku ini ditulis dengan gaya “popular science” agar mudah dipahami masyarakat. Mereka pun akan melakukan aksi serupa yang lebih besar pada Rabu 27 Agustus 2025 di Jakarta.
Rencana selanjutnya, buku “Jokowi’s White Paper” akan didistribusikan ke 25 negara melalui Forum Diaspora Indonesia (FDA). Roy Suryo berharap buku ini menjadi referensi yang membuka mata publik terhadap isu-isu yang mereka angkat.
Pihak UGM sendiri telah menegaskan bahwa pembatalan sewa ruangan dilakukan karena acara tersebut bernuansa politis dan tidak ingin terlibat dalam isu yang tidak terkait langsung dengan kampus.



