Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengucapkan wilujeng sumping kepada seluruh tamu dari luar daerah. Ia juga memaparkan bahwa Garut—kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak ke-5 di Jabar (2,8 juta jiwa) dan wilayah terluas ke-3 (3.100 km²)—masih memiliki tantangan besar, terutama dari sisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih berada di posisi ke-26 di provinsi.
“Kami bersama Wakil Bupati menempatkan pembangunan ekonomi sebagai prioritas, salah satunya lewat sektor olahraga,” tegas Bupati Syakur.
Menurutnya, kegiatan olahraga berskala besar seperti Liga 4 ini bisa menjadi penggerak ekonomi dan membuka peluang bagi pelaku UMKM Garut.
“Kami yakin, aktivitas olahraga yang ramai akan menggeliatkan ekonomi rakyat dan membantu percepatan pembangunan Garut,” ujarnya.
Dari sisi penyelenggara, Ketua Asprov PSSI Jabar Tommy Apriantono mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memungkinkan turnamen ini terselenggara secara amatir namun profesional—untuk pertama kalinya dalam sejarah PSSI daerah.
Ia menjelaskan bahwa Liga 4 Seri 1 diikuti oleh 24 klub yang bersaing menuju Liga 3 Nasional, sedangkan Seri 2 diikuti oleh 42 klub dengan pemain berusia di bawah 20 tahun (U-20), difokuskan sebagai wadah pembinaan pemain muda amatir.


