Menurut Atty, persaingan untuk mendapatkan dukungan dan rekomendasi dari partai memang sangat ketat, terutama dengan meningkatnya elektabilitas Dr. Rayendra setelah agenda konsolidasi dengan struktur partai se-Kota Bogor.
“Calon yang diusung PDI Perjuangan ini memang sangat diperhitungkan. Ini memicu persaingan yang luar biasa,” tambahnya.
Atty juga mengingatkan bahwa para calon harus selalu waspada terhadap kemungkinan adanya skenario politik dari pihak lawan.
“Harus lebih peka dan berhati-hati. Skenario politik ‘belah bambu’ ini bisa berakibat fatal, terutama dalam menghalangi calon untuk mendapatkan tiket maju di Pilkada,” tegasnya.
Meskipun demikian, Atty menegaskan bahwa ia tidak dalam posisi untuk menghakimi Dr. Rayendra.
“Saya tidak memiliki hak untuk menghakimi. Saya hanya berusaha mengawal proses ini sejak awal, dan keputusan akhirnya tetap ada di tangan partai,” jelas Atty.
Sebagai penutup, Atty menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi para calon lainnya.
“Memilih PDI Perjuangan adalah jalan menuju kebenaran dan kebaikan. Calon harus memiliki prinsip, mental petarung, dan semangat yang kuat untuk menjadi pemenang,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Danubrata, menegaskan bahwa partai tidak akan mentolerir calon yang tidak menunjukkan itikad baik.


