News

Ray Dalio Mundur dari Tim Penasihat Danantara, Anies Baswedan Singgung Hal Ini

×

Ray Dalio Mundur dari Tim Penasihat Danantara, Anies Baswedan Singgung Hal Ini

Sebarkan artikel ini
Anies Baswedan Kuliti Kelakuan Tom Lembong selama Proses Sidang Korupsi Impor Gula, Tulis Tangan BAP hingga Ajak Tahanan Olahraga
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Ray Dalio, investor kenamaan asal Amerika Serikat, dikabarkan mengundurkan diri dari jajaran penasihat Danantara pada Rabu, 28 Mei 2025. 

Mengutip laporan Bloomberg yang disampaikan oleh Kilat.com, nama Ray Dalio tidak lagi tercantum dalam slide presentasi Danantara yang menampilkan struktur dewan penasihat.

Beberapa nama yang masih terdaftar sebagai penasihat antara lain ekonom Jeffrey Sachs, Chapman Taylor (mantan manajer dana), mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, serta Helman Sitohang, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Credit Suisse Group AG untuk kawasan Asia.

Padahal, pada Maret 2025 lalu, Ray sempat diumumkan sebagai bagian dari tim penasihat. 

Pernyataan Ray Dalio

Di tengah kabar mundurnya tersebut, Ray mengunggah pernyataan di media sosialnya. 

“Tidak bisa diterima menggunakan pengaruhmu agar seseorang mendapat pekerjaan karena itu merusak meritokrasi,” tulis Ray Dalio. 

Filosofi meritokrasi sendiri menekankan bahwa jabatan atau pekerjaan harus diperoleh berdasarkan kompetensi, bukan koneksi.

Meski alasan pengunduran dirinya belum diungkap secara resmi, publik berspekulasi bahwa Ray menolak praktik “orang dalam” (ordal) sebagai cara mendapatkan posisi pekerjaan. Dalam unggahan lanjutannya, ia menyebut sistem semacam itu merugikan semua pihak, baik pencari kerja, perekrut, maupun individu yang terlibat. “Ini bentuk korupsi yang berbahaya dan seharusnya tidak boleh ditoleransi,” ujarnya menegaskan.

Anies Baswedan Singgun Hal Ini

Menariknya, tak lama setelah kabar pengunduran diri Ray mencuat, Anies Baswedan mengunggah pernyataan soal buku karangan investor tersebut. 

“Buku Ray Dalio ini mengajarkan, lebih penting punya prinsip daripada punya jabatan. Karena prinsip yg akan menentukan bagaimana jabatan itu dijalankan, atau ditinggalkan,” tulis Anies di akun media sosialnya pada Rabu, 28 Mei 2025. 

Waktu unggahan ini dinilai banyak warganet sangat tepat, hingga menimbulkan spekulasi bahwa Anies tengah menyindir isu yang melibatkan Ray Dalio.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *