News

Purbaya Yudhi Sadewa Suntik Rp200 Triliun untuk Hidupkan Ekonomi Indonesia

×

Purbaya Yudhi Sadewa Suntik Rp200 Triliun untuk Hidupkan Ekonomi Indonesia

Sebarkan artikel ini
Gebrakan Purbaya Yudhi Sadewa, Menkeu Baru dengan Kebijakan Kontroversial
Gebrakan Purbaya Yudhi Sadewa, Menkeu Baru membuka layanan pengaduan warga. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan pentingnya menghidupkan kembali dua mesin utama penggerak ekonomi, yakni moneter dan fiskal. Untuk itu, ia mengumumkan langkah strategis berupa penyuntikan likuiditas ke sistem keuangan senilai Rp200 triliun.

Instruksi ke Presiden dan Koordinasi dengan BI

Purbaya menyebut sudah melaporkan kebijakan ini langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Dana tersebut diambil dari total kas Rp425 triliun yang kini tersimpan di Bank Indonesia (BI). Ia menekankan agar BI tidak langsung menyerap dana tersebut melalui kebijakan moneter ketat, melainkan membiarkan sektor fiskal ikut berjalan.

Tidak Membebani Pemerintah

Menurut Purbaya, penempatan dana Rp200 triliun ini tidak menimbulkan biaya tambahan bagi pemerintah. Justru, keberadaannya di sistem keuangan akan memaksa perbankan untuk mengelola dana dan menghasilkan imbal hasil, sehingga perekonomian dapat bergerak kembali.

Dorong Percepatan Realisasi Daerah

Untuk mendukung efektivitas penggunaan anggaran, Kementerian Keuangan juga akan mengirim tim khusus ke instansi atau daerah yang belum optimal menyusun anggaran. Monitoring berkala dilakukan agar dana pemerintah pusat tidak hanya menghasilkan pertumbuhan stagnan di kisaran 5 persen.

Dana Bisa Jadi Kredit untuk Rakyat

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Febrio Kacaribu, menambahkan bahwa dana Rp200 triliun ini akan menggunakan skema mirip pembiayaan untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Tujuannya, agar dana tersebut bisa segera disalurkan sebagai kredit bagi masyarakat dan dunia usaha.

Baca Juga  Kronologi Kecelakaan Tol Ciawi, Diduga Truk Pengangkut Galon Alami Rem Blong

Sumber Dana dari SAL dan SILPA

Febrio menjelaskan, dana tersebut kemungkinan besar berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang selama ini masih ditempatkan di BI. Dengan pemanfaatan lebih luas, pemerintah berharap peran fiskal mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *