KITAINDONESIASATU.COM – Puluhan jemaah umrah asal Bandung yang berangkat melalui biro perjalanan Dago Wisata dikabarkan mengalami keterlambatan kepulangan dan kini terlantar di Mesir tanpa kejelasan jadwal pulang ke Indonesia.
Para jemaah, yang sebagian besar merupakan lansia, merasa kelelahan secara fisik dan mental setelah sebelumnya tertahan delapan hari di Madinah.
Dalam sebuah keterangan kepada media, keluarga jemaah mengungkapkan bahwa pihak Dago Wisata sejak awal memberikan informasi yang simpang siur, menyebutkan alasan teknis seperti kerusakan pesawat sebagai penyebab keterlambatan.
Selama delapan hari, para jemaah tinggal di hotel kawasan Madinah, tanpa informasi pasti kapan akan dipulangkan.
Harapan sempat muncul ketika rombongan dipindahkan ke Mesir. Namun situasi tak kunjung membaik.
Sampai saat ini, tidak ada kepastian jadwal kepulangan, dan kondisi para jemaah terus memburuk akibat kelelahan dan ketidakpastian.
“Jemaah dan keluarga di sini sudah sangat cemas. Sekarang para jemaah berencana akan mendatangi KBRI Mesir untuk meminta perlindungan dan bantuan,” ungkap Daniel, salah satu kerabat jemaah di Bandung.
Perlindungan dan Pengawasan Ketat Travel Umrah
Keluarga jemaah meminta Kementerian Agama RI, KBRI Mesir, dan KJRI Jeddah untuk segera turun tangan dalam menangani kasus ini. Mereka berharap adanya perlindungan maksimal bagi para jemaah yang kini berada dalam kondisi tidak menentu di negeri orang.


