KITAINDONESIASATU.COM – Pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya resmi dimulai sebagai langkah besar dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung transisi menuju energi ramah lingkungan.
Proyek bernilai investasi sekitar Rp3 triliun ini menjadi yang pertama di Indonesia dan diharapkan menjadi model pengelolaan sampah modern di berbagai daerah.
Peresmian proyek ditandai dengan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) antara PT PLN (Persero) dan Badan Usaha Pembangunan PSEL.
Tahap tersebut menandai dimulainya pembangunan fasilitas yang dirancang untuk mengolah sampah menjadi sumber energi listrik sekaligus mengurangi dampak lingkungan akibat penumpukan limbah.
PSEL Denpasar Raya Dukung Energi Hijau dan Kurangi Timbunan Sampah
PSEL Denpasar Raya dirancang menggunakan standar lingkungan yang tinggi sehingga mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah setiap tahun.
Kapasitas tersebut diperkirakan mampu menangani lebih dari 40 persen timbunan sampah di Bali, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir.
Selain membantu mengatasi persoalan sampah, fasilitas ini juga ditargetkan menghasilkan energi hijau yang cukup untuk memasok kebutuhan listrik sekitar 100 ribu rumah tangga.
Kehadiran proyek tersebut diharapkan mampu menekan emisi karbon hingga ratusan ribu ton setiap tahun sekaligus mengurangi emisi dari lokasi pembuangan sampah secara signifikan.
Dampak positif lainnya adalah terciptanya sekitar 1.200 lapangan kerja hijau yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Kebutuhan lahan untuk tempat pembuangan akhir juga diproyeksikan berkurang secara drastis berkat teknologi pengolahan sampah modern.





