KITAINDONESIASATU.COM – Pejabat senior pemerintahan Biden optimistis bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas dapat tercapai sebelum pelantikan Donald Trump pekan depan.
Pemerintah Israel juga mengindikasikan adanya kemajuan dalam pembicaraan terakhir.
Jake Sullivan, penasihat keamanan nasional AS, menyatakan bahwa peluang kesepakatan gencatan senjata semakin besar menjelang berakhirnya masa jabatan Presiden Joe Biden.
Dalam konferensi pers, Sullivan mengatakan bahwa “tekanan semakin meningkat bagi Hamas untuk menyetujui” gencatan senjata tersebut.
“Itu sudah ada di depan mata, jadi pertanyaannya sekarang adalah bisakah kita semua bersama-sama memanfaatkan momen ini dan mewujudkannya,” kata Sullivan, seperti ditulis The Guardian pada Senin, 13 Januari 2025.
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, juga menyampaikan bahwa pembicaraan terkait gencatan senjata Gaza dan pembebasan sandera Israel mengalami kemajuan.
Negosiasi ini dimediasi oleh Qatar, AS, dan Mesir, namun berbagai isu, seperti pertukaran sandera, sifat gencatan senjata, dan penarikan pasukan Israel, masih menjadi kendala.
Di sisi lain, Hamas dilaporkan telah memberikan tanggapan terakhirnya terhadap draf kesepakatan, meskipun sejumlah isu masih perlu diselesaikan.
Upaya ini juga mendapat dukungan dari utusan Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, yang terlibat langsung dalam pembicaraan di Qatar dan Israel.
Kedua belah pihak telah menyepakati prinsip dasar penghentian pertempuran dengan pembebasan sandera sebagai bagian dari kesepakatan, namun ada perbedaan pandangan mengenai apakah gencatan senjata harus bersifat permanen.
Hamas bersikeras bahwa gencatan senjata harus mencakup penarikan pasukan Israel, sementara Israel menolak membubarkan Hamas sebelum perang berakhir.
Situasi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk. Lebih dari 46.500 warga Palestina tewas dan lebih dari 109.000 lainnya terluka sejak konflik memuncak pada Oktober 2023.
Di sisi Israel, lebih dari 1.200 orang tewas akibat serangan Hamas, dengan 250 sandera masih ditahan. Meski optimisme terhadap kesepakatan meningkat, pihak-pihak sayap kanan dalam koalisi Israel menentang keras kesepakatan tersebut.- ***
Sumber: The Guardian


