KITAINDONESIASATU.COM – Nama Nusron Wahid kembali menjadi sorotan setelah Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M. Sarmuji, mengungkap bahwa Nusron telah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak lebih dari enam bulan lalu.
Nusron Wahid merupakan politikus Partai Golkar yang kini menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Dalam struktur DPP Partai Golkar periode 2024–2029 di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia, Nusron sebelumnya dipercaya sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian.
Sarmuji mengatakan, pengunduran diri Nusron disampaikan langsung kepada Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Namun, Sarmuji mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan Nusron meninggalkan struktur kepengurusan partai. Ia hanya menyebut Nusron kemungkinan ingin fokus pada hal lain.
Meski tidak lagi duduk dalam kepengurusan DPP, Nusron tetap tercatat sebagai kader atau anggota Partai Golkar. Artinya, yang ditinggalkan Nusron adalah jabatan struktural di DPP, bukan keanggotaan Partai Golkar.
Pernah Pimpin GP Ansor
Nusron memiliki perjalanan panjang di organisasi dan politik. Berdasarkan daftar riwayat hidup yang tercatat di situs MPR, Nusron pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) periode 2000–2003 dan Ketua Umum GP Ansor periode 2011–2016.
Di Partai Golkar, Nusron juga pernah menduduki sejumlah posisi, antara lain Koordinator Bidang Agama pada 2004–2009, Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu pada 2015–2019, serta Ketua Bidang Koperasi dan UKM periode 2019–2024.
Di bidang politik praktis, Nusron pernah menjadi anggota DPR RI selama tiga periode, yakni 2004–2009, 2009–2014, dan 2019–2024. Ia kemudian dipercaya menjadi Kepala BNP2TKI pada 2014–2019 sebelum masuk ke pemerintahan sebagai Menteri ATR/BPN.
Latar Pendidikan
Nusron merupakan lulusan Universitas Indonesia jurusan Sejarah pada 1998. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan memperoleh gelar magister ekonomi pada 2011.
Dalam kehidupan organisasi, ia juga pernah menjabat Wakil Ketua Umum PBNU periode 2021–2023.
Mundur dari DPP saat Kasus ATR/BPN Disorot
Pengunduran diri Nusron dari kepengurusan Golkar menjadi perhatian karena kabar tersebut muncul ketika KPK tengah mengusut dugaan suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN terkait pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB).
Namun, berdasarkan keterangan Golkar, pengunduran diri tersebut terjadi lebih dari enam bulan lalu, sehingga secara kronologi tidak tepat jika disebut Nusron baru mundur setelah kasus KPK mencuat.
Di sisi lain, Nusron masih menjalankan tugas sebagai Menteri ATR/BPN. Kementerian ATR/BPN juga telah membantah kabar bahwa Nusron mundur dari jabatan menteri. Nusron sendiri menyatakan menghormati proses hukum yang sedang dilakukan KPK dan menyerahkan proses tersebut kepada aparat penegak hukum. (*)




