KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kenapa harus pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam waktu dekat. Karena menurutnya, banyak daerah di pesisir yang tenggelam karena permukaan air laut yang meningkat.
“Daerah pesisir kami kini terendam karena kenaikan permukaan laut. Kami terpaksa memindahkan ibu kota kami,” kata Prabowo, di KTT G20, Brasil, yang dikutip Rabu (20/11).
Menurut Prabowo, pesisir utara Jawa mengalami peningkatan air laut sebesar 5 sentimeter per tahun, dan membuat banyak lahan pada kawasan itu yang tenggelam. “Kami kehilangan ratusan ribu hektare lahan produktif, dan lahan pertanian. Petani dan nelayan kami kini hudup dalam kondisi yang sulit. Ini akan memperburuk kemiskinan dan kelaparan,” ujarnya.
Dengan fenomena itu, kata Prabowo, tidak ada alternatif lain, Indonesia harus berkomitmen untuk mengambil langkah mengurangi suhu cuaca hingga melakukan penyelamatan lingkungan. “Sehingga Indonesia berkomitmen untuk mencapai energi baru terbarukan dan energi hijau,” imbuhnya.
Meski begitu, Prabowo mengaku, Indonesia memiliki banyak sumber daya energi hijau dan telah mencapai produksi biodisel dari bahan nabati. Bahkan saat ini, 50 % kebutuhan solar diperoleh dari bahan nabati, dan pihaknya berencana memproduksi bensin dari minyak kelapa sawit.
Selain itu, dari sisi energi Prabowo mengatakan cadangan energi geotermal RI sangat besar. Ke depan, pemerintah juga berencana menghentikan pembangkit listrik tenaga batu bara dan semua pembangkit energi fosil dalam kurun waktu 15 tahun ke depan.
“Kami berencana membangun lebih dari 75 gigawatt energi baru terbarukan dalam 15 tahun ke depan,” katanya. Untuk itu, Indonesia optimistis dapat mencapai net zero sebelum tahun 2050. (*)

