Kepala Departemen Kejuangan dan Doktrin Seskoad, Kolonel Arhanud Desi Ariyanto, menjelaskan museum tersebut menjadi sarana penting bagi para perwira untuk mempelajari sejarah perjuangan, kepemimpinan, dan strategi militer.
Menurutnya, sejarah perang dan perjalanan tokoh bangsa memiliki nilai pembelajaran besar bagi para siswa militer.
“Museum ini didirikan sebagai tempat menggali sejarah. Sebagai militer, kami harus memahami sejarah perang dan di dalamnya terdapat nilai kepemimpinan,” ujar Desi Ariyanto.
Selain museum, Seskoad juga memiliki perpustakaan besar yang menyimpan sekitar 42 ribu buku. Setiap tahun, lembaga tersebut menampung sekitar 500 siswa, termasuk puluhan peserta didik dari luar negeri.
Desi Ariyanto menambahkan bahwa para siswa tidak hanya mempelajari ilmu kemiliteran, tetapi juga ilmu pemerintahan dan pengembangan kemampuan berpikir strategis.***


