KITAINDONESIASATU.COM – Kasus dugaan penipuan wedding organizer (WO) kembali menjadi sorotan setelah pasangan calon pengantin asal Bekasi mengalami kerugian hingga Rp85,5 juta.
Pasangan Aldi dan Feny melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian usai resepsi pernikahan mereka terancam gagal terlaksana.
Peristiwa ini juga ramai diperbincangkan di media sosial karena diduga pihak penyelenggara menghilang menjelang hari pelaksanaan acara.
Awalnya, pasangan tersebut tertarik menggunakan jasa WO setelah melihat promosi paket pernikahan melalui media sosial.
Setelah melakukan pembayaran awal, proses persiapan berjalan seperti biasa, mulai dari sesi uji makanan hingga pemilihan busana pengantin. Seluruh tahapan sempat membuat korban yakin karena aktivitas kantor terlihat berjalan normal.
Kecurigaan Pengantin Muncul Jelang Hari Pernikahan
Masalah mulai terlihat ketika rapat teknis persiapan acara dinilai berlangsung singkat dan tidak memberikan detail yang jelas. Kecurigaan semakin besar setelah muncul informasi adanya pelanggan lain yang mengalami persoalan serupa.
Situasi memuncak ketika pihak gedung menginformasikan pembayaran lokasi acara belum dilunasi. Padahal pasangan tersebut telah menyelesaikan pembayaran kepada WO jauh sebelumnya.


