News

Prabowo Luncurkan Program Smartboard, Dorong Digitalisasi Belajar di Sekolah

×

Prabowo Luncurkan Program Smartboard, Dorong Digitalisasi Belajar di Sekolah

Sebarkan artikel ini
SMP
presiden prabowo subianto meluncurkan smartboard di smpn 4 bekasi. (sekretariat presiden)

KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Republik Indonesia terpilih, Prabowo Subianto, hari ini Senin (17/11/2025) siang, secara resmi meluncurkan program “Smart School 2026” yang diawali dengan distribusi dan instalasi massal papan tulis digital atau Smartboard ke ribuan sekolah di seluruh Indonesia. Peluncuran perdana dipusatkan di SMPN 4 Kota Bekasi, menandai dimulainya era baru digitalisasi proses belajar mengajar.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa investasi pada teknologi pendidikan adalah kunci untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan abad ke-21. “Kita tidak boleh lagi tertinggal. Anak-anak kita harus akrab dengan teknologi terbaik. Smartboard ini bukan hanya papan tulis, tetapi jendela menuju ilmu pengetahuan dunia,” ujar Prabowo.

Dalam acara yang berlangsung ceria tersebut, Prabowo didampingi beberapa menteri yakni Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menkomdigi Meutya Hafid, Mensesneg Prasetyo Hadi, hingga Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan, Angga Raka Prabowo.

Program ini, yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) menargetkan distribusi 215.572 unit Smartboard hingga akhir tahun ajaran 2025. Alat ini memungkinkan guru untuk mengintegrasikan materi pelajaran dengan konten multimedia, video interaktif, dan akses internet, menggantikan papan tulis kapur tradisional di 38 provinsi Indonesia.

Prabowo juga berpesan kepada para guru agar tidak ragu memanfaatkan teknologi ini. Pemerintah telah menyiapkan pelatihan intensif untuk memastikan setiap pendidik mampu mengoperasikan dan mengoptimalkan penggunaan Smartboard.

Peluncuran ini disambut positif oleh guru Indonesia, yang menilai langkah ini sebagai terobosan signifikan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, khususnya di daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan fasilitas pembelajaran.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *