News

Prabowo Akan Bahas Serangan Israel ke Qatar dan Isu Global di Sidang Umum PBB

×

Prabowo Akan Bahas Serangan Israel ke Qatar dan Isu Global di Sidang Umum PBB

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Setujui Pembentukan Tim Investigasi Independen Demo Akhir Agustus
Presiden Prabowo Setujui Pembentukan Tim Investigasi Independen Demo Akhir Agustus

KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Prabowo dipastikan akan menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB yang berlangsung di New York, Amerika Serikat, pada 23 September 2024. Menurut Tri Tharyat, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Prabowo akan berbicara di urutan ketiga pada hari pertama sesi perdebatan umum.

Tri menjelaskan bahwa salah satu isu yang akan diangkat adalah dinamika global, termasuk serangan Israel ke Qatar, serta persoalan Palestina.

“Saya belum bisa share mengenai pidato Bapak Presiden. Kita tunggu pada saat peluncuran tapi yang sangat menonjol dan akan kita angkat antara lain dinamika global saat ini, termasuk barusan saja ada serangan di salah satu negara berdaulat Qatar, pasti juga isu Palestina,” ujarnya dalam pengarahan media di Jakarta, Kamis, 11 September 2024.

BACA JUGA : Profil Rahayu Saraswati, Politisi Gerindra dan Keponakan Prabowo yang Tiba-tiba Mundur dari DPR RI

Selain itu, kehadiran Prabowo di Sidang Umum PBB juga menjadi kesempatan penting untuk mendorong pelaksanaan program-program Asta Cita, reformasi sistem multilateral, serta memperkuat peran negara-negara Global South dengan berlandaskan Semangat Bandung.

Tri menambahkan, selain sesi debat umum, pertemuan tematik juga akan digelar, mencakup isu perubahan iklim, kemanusiaan, kesehatan mental, pelucutan senjata nuklir, hingga pemberdayaan perempuan. Setiap negara diberikan waktu sekitar 15 menit untuk menyampaikan pandangannya.

Sidang Majelis Umum PBB sendiri akan berlangsung pada 22-29 September, dengan sesi debat umum dimulai pada 23 September yang menghadirkan kepala negara dari 193 anggota PBB. Hingga Kamis, Kemlu mencatat 145 negara telah mengonfirmasi kehadiran, terdiri dari 137 kepala negara atau pemerintahan, 5 wakil presiden, dan 3 wakil perdana menteri. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah mendekati pelaksanaan sidang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *