“Menurut penuturan mereka,karena sudah bertahun merantau bekerja di Malaysia dan ingin pulang kampung. Mau jalur resmi kami tak punya dokumen lengkap lagi,sebahagian masih mengantongi Paspor tapi izin tinggal di Malaysia sudah tak berlaku lagi atau kadaluarsa. Karena ada tongkang yang akan berangkat ke Indonesia kami mendaftar di agen disana untuk pulang,” ucap seorang penumpang asal Aceh yang pulang bersama Istri dan anaknya balita.
Dari keterangan beberapa penumpang lain terungkap,kalau sekitar 10 orang berasal dari Aceh, ada yang dari Palembang, Bengkulu, Lampung, Batubara, dan Nusa Tenggara Timur.
“Selepas mereka turun ke darat, rencananya yang akan ke Aceh akan menaiki bus dan begitu juga yang lain. Pokoknya tekad kami,kalau bisa Puasa ini kami sudah ada dikampung, karena sudah beberapa tahun kami nggak pulang kampung,” papar salah seorang penumpang di teras Gedung Olahraga Polres Sergai.
Sumber lain juga menyebutkan,kalau tekong dan ABK tongkang ini berasal dari Aceh. Karena penumpang ada yang mau pulang ke Palembang, Bengkulu dan Lampung maka perairan di Serdang Bedagai ini dirasa cocok untuk mendarat.
Sebelumnya, Kapolres Sergai AKBP JHR Sitepu sepulang dari kegiatan,juga berkesempatan meninjau kondisi para penumpang,diikuti setelahnya juga hadir Wakapolres Sergai Kompol Mukmin Rambe.
Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Donny Pance Simatupang ketika dikonfirmasi jumlah penumpang yang diamankan, melalui KBO Reskrim Iptu Zulfan Ahmadi membenarkan jumlah tersebut.
“Sesuai arahan pimpinan, fasilitas makan,minum dan tempat mereka istirahat sembari menunggu dimintai keterangan oleh penyidik. Supaya cepat siap, seluruh penyidik dari berbagai Satfung ( Satuan Fungsi), ditugaskan untuk meminta keterangan mereka. Sementara tekong Kapal dan dua anak buahnya, kita fokuskan untuk pemeriksaan”, kata Iptu Zulfan,Sabtu (1/2/2025).
Iptu Zulfan juga menambahkan,kalau Polres Sergai sudah menyurati pihak BP 3 PMI (Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) Medan, untuk membantu mengurus pemulangan pekerja migran Indonesia ini ke tempat asalnya, polisi sifatnya mengawasi.” (Lilik/Yo)
