KITAINDONESIASATU.COM – Demonstrasi ribuan buruh di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025) sore, berakhir ricuh. Kericuhan pecah setelah massa aksi mencoba merangsek masuk ke dalam kompleks parlemen. Pihak kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang semakin tidak terkendali.
Awalnya, demonstrasi yang menuntut kenaikan upah ini berjalan damai. Namun, menjelang sore, beberapa provokator mulai melempar botol plastik dan benda lainnya ke arah barikade polisi. Situasi memanas ketika massa mulai mendorong barisan polisi dan mencoba menjebol pagar Gedung DPR.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnono Condro, mengatakan bahwa langkah penembakan gas air mata adalah upaya terakhir untuk mengendalikan situasi. “Kami sudah berulang kali memberikan peringatan lisan, tapi tidak dihiraukan. Tindakan ini kami ambil untuk mencegah eskalasi yang lebih besar dan mengamankan aset negara,” ujarnya.
Sekitar pukul 17.14 WIB, upaya aparat akhirnya membuahkan hasil. Massa aksi berhasil dipukul mundur dan tercerai berai.
Sebagian massa berlari ke arah Pejompongan, sementara yang lain kocar-kacir menuju arah Slipi. Kondisi di depan gerbang utama Gedung DPR/MPR RI akhirnya kembali steril, hanya menyisakan pasukan Brimob dan Sabhara yang berjaga dan beristirahat setelah bentrokan panjang.


