KITAINDONESIASATU.COM – Polda Metro Jaya menegaskan belum berhenti memburu otak di balik kerusuhan dan aksi anarkis yang mengguncang Jakarta pada akhir Agustus lalu.
“Pengejaran terhadap aktor intelektual masih terus berjalan. Tim di lapangan bekerja maksimal,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, di Jakarta, Senin, 8 September 2025.
Selain otak perusuh, polisi juga membidik para pelaku kekerasan dan tindakan anarkis yang membuat ibu kota ricuh. “Komitmen kami jelas, terus memburu para pelaku yang melakukan aksi kekerasan,’’ tambah Ade Ary.
Hingga kini, sedikitnya 43 orang sudah ditetapkan tersangka. Mereka terbagi dua kelompok: penghasut kerusuhan dan pelaku anarkis. Dari jumlah itu, 38 orang ditahan, satu masih buron, dan satu lainnya ditangani Direktorat Siber.
Polisi menegaskan langkah ini adalah tindak lanjut dari instruksi Presiden dan Kapolri agar masyarakat mendapat perlindungan dan rasa aman. “Mohon waktu, tim masih bekerja di lapangan,” kata Ade Ary.
Kerusuhan terjadi di sekitar Gedung DPR/MPR RI hingga kawasan Tanah Abang pada 25-31 Agustus 2025, meninggalkan jejak ketakutan sekaligus sorotan publik. (*)






