News

Pohon Pisang dan Kuburan di Tengah Jalan Dibongkar, Pemkab Respon Aksi Protes Warga

×

Pohon Pisang dan Kuburan di Tengah Jalan Dibongkar, Pemkab Respon Aksi Protes Warga

Sebarkan artikel ini
FotoJet 4 1
Pohon Pisang dan Kuburan di Tengah Jalan

KITAINDONESIASATU.COM – Karena kesal, warga di Desa Luwung, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menanam pohon pisang dan membangun kuburan di jalan rusak. Aksi protes ini menarik perhatian publik.

Penjabat Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, bersama Forkopimda, turun langsung ke lokasi dan berkomitmen untuk segera memperbaiki kondisi jalan tersebut.

Dalam kunjungannya pada Sabtu (4/1/2025), Wahyu menyatakan bahwa langkah awal perbaikan akan dilakukan dengan menutup lubang menggunakan material pasir dan batu (sirtu).

“Untuk sementara, kita akan gunakan sirtu agar tidak ada lubang. Selanjutnya, kami akan melakukan pelelangan untuk perbaikan lebih permanen,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com pada Minggu, 5 Januari 2025.

Baca Juga  Pemprov DKI Ambil Langkah, Respon Rangkaian Kecelakaan Bus Transjakarta

Wahyu mengakui bahwa Pemerintah Daerah Cirebon belum mampu memperbaiki seluruh ruas jalan yang rusak di Desa Luwung secara sekaligus.

Perbaikan akan difokuskan pada titik-titik yang paling parah, dengan proses penganggaran dan pelelangan dijadwalkan dalam waktu dekat.

Pihaknya memperkirakan revitalisasi jalan akan dimulai pada Maret atau April 2025.

Kepala Desa Luwung, Mustofa, menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Cirebon dengan Kabupaten Indramayu dan Majalengka.

Jalan ini juga menjadi akses penting antar desa, termasuk Desa Bondan di Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, dan Desa Kedung Kencana di Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.

Baca Juga  Layanan SIM Keliling Bulan September 2025 Wilayah Kota Yogyakarta

Mustofa menegaskan bahwa jalan ini sangat vital bagi kehidupan warga. Sebagian besar penduduk yang bekerja sebagai petani mengalami kesulitan saat musim panen karena hasil pertanian harus diangkut melalui jalan yang rusak.

Selain itu, aktivitas warga seperti bersekolah dan bekerja juga sangat bergantung pada akses jalan tersebut.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *