Gerakan ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas nasional dan mendukung program pemerintah agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam bidang pelayanan sosial, termasuk untuk kelompok difabel dan isu toleransi antar-umat beragama.
“Kami juga akan mendorong pendidikan kebangsaan dan nasionalisme melalui pendirian Akademi Pemikiran Bapak Bangsa di Sumut,” ujarnya. Daniel berharap pengurus MPI Sumut yang baru dikukuhkan dapat menjadi kelompok yang produktif, bukan sekadar beban masyarakat.
Sementara itu, Ketua MPI Sumut periode 2025-2028, Donal Anjar Simanjuntak, menyampaikan bahwa MPI merupakan simbol kedisiplinan dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Matahari Pagi Indonesia simbol kedisiplinan. Seperti matahari yang terbit setiap pagi dan memberikan manfaat meski terhalang awan,” ujarnya, berharap seluruh pengurus MPI Sumut dapat mengemban amanah dengan idealisme tinggi.
Pengukuhan pengurus MPI Sumut periode 2025-2028 dipimpin oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) MPI, Sutia Budi, yang ditandai dengan penyerahan bendera pataka. Selain Donal Anjar Simanjuntak sebagai Ketua, pengurus lainnya yang dilantik antara lain Sekretaris Bambang Herawan dan Bendahara Hanif Parinduri.
Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai pejabat penting, di antaranya Pj Sekdaprov Sumut Effendy Pohan, Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Rony Samtana, Kajati Sumut Idianto, Kajari Medan Muttaqin Harahap, serta anggota DPRD Sumut Fraksi Gerindra Ajie Karim dan Muhammad Subandi, dan Rektor UMSU Agus Sani. (lik/aps)


