News

Petani Pandeglang Waswas Tidak Ada Program Asuransi Usaha Tani Padi

×

Petani Pandeglang Waswas Tidak Ada Program Asuransi Usaha Tani Padi

Sebarkan artikel ini
sawah
Sawah gagal panen padi karena kesulitan air akan menjadi tanggunjawab petani. (Ist)

KITAINDONESAISATU.COM-Para petani di Kabupaten Pandeglang mengeluhkan akibat program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang dihapus pada tahun 2025. Padahal AUTP benar-benar sangat membantu petani ketika musim kemarau panjang atau masa paceklik.

AUTP di-cover pemerintah provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Pusat. Begitu program dihentikan, Pemerintah Kabupaten Pandeglang belum sanggup meng-cover melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Kondisi itu telah membuat para petani di Kabupaten Pandeglang ketar ketir sekaligus kecewa. Seperti diungkapkan Lukman salah satu petanai di Pandeglang, mengaku kecewa karena tidak bisa ikut dalam program AUTP. Padahal AUTP sangat membantu petani ketika terjadi gagal panen.

“Jika ada program AUTP, kalau sawah gagal panen karena kekeringan, kami bisa klaim AUTP buat modal tanam lagi. Tapi sekarang katanya sudah enggak ada kuotanya, ya jelas kami bingung dan kecewa,” ungkap Lukman, kemarin. 

Apalagi, lanjut dia, sawah miliknya berada di daerah yang cukup rawan kekeringan saat musim kemarau. Tanpa adanya jaminan asuransi, Lukman waswas akan diadang kerugian besar. “Kalau kemarau panjang, kesulitan air, panen bisa gagal total. Dulu kalau ada AUTP lumayan bisa bantu, sekarang enggak tahu harus bagaimana,” katanya.

Untuk itu, Lukman dan para petani lainnya sangat berharap pemerintah bisa kembali memberikan program AUTP. “Harapan kami sih, program AUTP jangan dihapus. Karena program itu jelas-jelas membantu kami (petani),” keluhnya.

Sedangkan kata Lisma Wiliani Kepala Bidang Prasarana Sarana dan Penyuluhan Pertanian para Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, tahun ini (2025), baik Pemerintah Pusat maupun pemeritah provinsi tidak  mengalokasikan kuota AUTP untuk wilayah Pandeglang.

“Tahun ini Pandeglang tidak mendapatkan kuota AUTP, baik dari provinsi maupun dari pusat. Sementara dari APBD Pandeglang belum memungkinkan untuk mengalokasikan anggaran untuk AUTP,” kata Lisma.

Padahal, lanjut Lisma, program AUTP manfaatnya sangat dirasakan langsung oleh petani, terutama saat terjadi gagal panen. Lewat program ini, petani dapat mengajukan klaim asuransi untuk memperoleh bantuan modal usaha agar tetap bisa melanjutkan aktivitas pertanian.

Kendati tahun ini tidak ada program AUTP, Lisma berharap para petani tidak patah semangat dan tetap memaksimalkan berbagai fasilitas yang tersedia. “Kami harap petani tetap optimistis dan bisa memanfaatkan bantuan pengairan yang sudah kami siapkan, agar bisa mengurangi risiko kekeringan,” katanya mengingatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *