KITAINDONESIASATU.COM – Kinerja Perusahaan Daerah (Perumda) Pasar Baiman Kota Banjarmasin menjadi sorotan publik setelah dinilai belum menampakkan gebrakan berarti sejak resmi berdiri mandiri pada 2024 lalu.
Desakan agar manajemen Perumda segera berinovasi untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) disampaikan sejumlah pihak. Ketua LSM Forum Jaringan Kota (FJK) Banjarmasin, HM Iriansyah, menilai potensi bisnis pasar harus digarap lebih serius.
“Kita berharap Perumda Pasar bisa lebih berinovasi dan semangat lagi dalam menjalankan bisnisnya agar pendapatan daerah bisa meningkat maksimal,” kata Iriansyah, Senin (14/7/ 2025).
Ia menilai, Perumda tak cukup hanya mengandalkan pendapatan rutin dari retribusi pasar maupun parkir yang sebelumnya dikelola Dinas Perhubungan.
“Ini warning bagi Perumda Pasar. Jangan hanya jalan di tempat. Harus berkembang dan gali potensi lebih jauh,” ujarnya.
Pemerintah Kota Banjarmasin diharpkan tak boleh tinggal diam. Keberadaan perumda yang tak sehat ini kinerjanya harus dievaluasi besar-besaran jika dalam waktu dekat tidak terlihat perubahan signifikan.
Sementara Ketua DPRD Banjarmasin, Rikval Fachruri. Ia mengatakan pihak legislatif akan mengawasi kinerja Perumda Pasar secara menyeluruh.
“Belum sampai milad pertama, jadi kami akan kontrol lebih dalam. Baik dari sisi perencanaan, penganggaran, hingga operasionalnya,” kata Rikval.
Rikval menyebut, saat masih dikelola Disperdagin, sektor pasar mampu menyumbang pendapatan sekitar Rp8 miliar per tahun. Seluruh biaya operasional kala itu ditopang APBD. Kini, sebagai badan usaha mandiri, Perumda dituntut menghasilkan laba di luar beban operasionalnya.



