Berita UtamaNews

PERTEMUAN SEJARAH! Aktivis 98 Bergabung dengan Kabinet Prabowo Subianto

×

PERTEMUAN SEJARAH! Aktivis 98 Bergabung dengan Kabinet Prabowo Subianto

Sebarkan artikel ini
prabowo
Prabowo Subianto (Ist)

… lanjutan aktivis 98

Fahri Hamzah:
Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, mulai di kenal sejak reformasi. Ia adalah deklarator dan ketua umum pertama organisasi gerakan mahasiswa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), menjadi sorotan media berkat berbagai aksinya dan wacana yang di usulkannya untuk menurunkan rezim yang berkuasa.

Agus Jabo:
Agus Jabo adalah pendiri Partai Rakyat Adil Makmur (Partai Prima) dan di kenal sebagai Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang menentang Presiden Soeharto. Ia aktif dalam gerakan reformasi 1998 bersama Budiman Sudjatmiko.

Mugiyanto:
Mugiyanto adalah aktivis prodemokrasi yang juga di culik pada 13 Maret 1998, menjelang runtuhnya rezim Orde Baru. Ia tinggal bersama Nezar Patria, Aan Rusdianto dan Petrus Bima Anugerah di sebuah rumah susun ketika di culik oleh anggota Tim Mawar Kopassus, di mana ia mengalami interogasi dan penyiksaan.

Faisol Riza:
Faisol Riza adalah politikus dan Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029. Ia adalah satu dari sembilan aktivis penculikan 1998 yang berhasil selamat. Bersama Mugiyanto, Aan Rusdianto, Andi Arief, Nezar Patria, Haryanto Taslam, Desmond J. Mahesa, Pius Lustrilanang, dan Rahardjo Waluyo Jati.

Nezar Patria:
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria menerima arahan dari Prabowo Subianto mengenai bidang teknologi saat pertemuan calon wamen. Ia menjelaskan bahwa Indonesia menghadapi tantangan di bidang energi, pangan, dan teknologi yang semakin terhubung.

“Kita semua perlu memiliki keterampilan dalam mengelola tantangan ini”. Ungkap Nezar setelah pertemuan, meskipun ia enggan menjelaskan jabatan yang akan di embannya.

Nezar adalah putra tokoh pers Aceh dan di kenal setelah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID). Ia juga merupakan salah satu korban penculikan Tim Mawar Kopassus pada 13 Maret 1998. Ia juga pernah membagikan pengalaman traumatisnya dalam sebuah artikel di Majalah Tempo.- ***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *