Direktur Pesantren, Basnang Said, menambahkan expo dan penghargaan pesantren akan membuktikan kemandirian ekonomi. “Pesantren kini bukan sekadar objek bantuan, tapi subjek pembangunan. Santri siap jadi pelaku usaha kreatif dan berdaya saing,” jelasnya.
Sementara, Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu, menekankan eksistensi pesantren sebagai pusat peradaban dengan lebih dari 42 ribu pesantren di Indonesia.
“Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan, tapi juga motor penggerak wisata religi dan jejaring global,” imbuhnya.
Puncak peringatan Hari Santri akan berlangsung pada 25 Oktober 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Presiden RI dijadwalkan hadir dalam acara Malam Bakti Santri untuk Negeri, sekaligus memberi dukungan keekonomian bagi pesantren sebagai kado 10 tahun Hari Santri.


