KITAINDONESIASATU.COM – Wali Kota New Orleans, LaToya Cantrell, menyatakan bahwa insiden tragis yang terjadi di kotanya pada pagi hari Tahun Baru adalah sebuah “serangan teroris”.
Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers pada hari Rabu, 1 Januari 2024, setelah seorang pengemudi menabrakkan kendaraannya ke kerumunan besar di Bourbon Street.
Peristiwa ini mengguncang perayaan tahun baru di kota yang terkenal dengan kehidupan malam dan budaya pesta tersebut.
Namun, tak lama setelah pernyataan wali kota, Agen Khusus FBI, Aletha Duncan, memberikan keterangan yang berbeda.
Duncan menyatakan, –berdasarkan bukti awal yang telah dikumpulkan oleh penyelidik– bahwa insiden tersebut bukan serangan teroris.
Ia menegaskan bahwa penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung untuk memahami motif di balik tindakan pelaku.
Menurut laporan kepolisian, setidaknya 10 orang kehilangan nyawa mereka, dan 30 lainnya terluka dalam kejadian tersebut.
Insiden dimulai ketika pengemudi secara sengaja menabrakkan kendaraannya ke kerumunan yang sedang merayakan malam pergantian tahun.
Setelah itu, pelaku mulai menembaki petugas kepolisian dari dalam kendaraan saat ia terus melaju, menciptakan suasana kepanikan di salah satu jalan paling ramai di New Orleans.
Dalam perkembangan penyelidikan, FBI mengungkapkan bahwa mereka menemukan alat peledak rakitan di lokasi kejadian.
Para penyelidik kini bekerja untuk menentukan apakah alat tersebut benar-benar aktif dan dirancang untuk digunakan dalam serangan.
Hal ini menambah kompleksitas investigasi, yang melibatkan berbagai lembaga penegak hukum di tingkat lokal maupun federal.
Sementara penyelidikan terus berlangsung, pihak berwenang mengimbau warga dan wisatawan untuk menghindari Bourbon Street hingga situasi dinyatakan aman.
Penutupan area ini diberlakukan untuk memfasilitasi investigasi, mengamankan bukti, dan memastikan tidak ada ancaman lanjutan.
Tragedi ini telah memicu respons emosional dari berbagai pihak. Wali Kota Cantrell menyatakan duka mendalam bagi para korban dan keluarga mereka.
Ia juga menekankan bahwa kota New Orleans akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban serta para penyintas.
“Ini adalah hari yang gelap bagi New Orleans, tetapi kami akan menghadapi ini bersama,” kata Cantrell.
Bourbon Street, –yang biasanya menjadi pusat perayaan penuh semarak– kini berubah menjadi tempat duka.
Banyak warga kota berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada para korban, sementara upaya penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap kebenaran di balik insiden mematikan ini.- ***
Sumber: Fox News


