News

Peningkatan Kasus Cacar Monyet di ASEAN, DPR Minta Pemerintah Bertindak Cepat

×

Peningkatan Kasus Cacar Monyet di ASEAN, DPR Minta Pemerintah Bertindak Cepat

Sebarkan artikel ini
FotoJet 1 15
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher

KITAINDONESIASATU.COM – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menekankan pentingnya kewaspadaan serius dari pemerintah Indonesia terkait meningkatnya kasus cacar monyet (monkeypox) di dunia, terutama di kawasan ASEAN.

Penyakit ini menjadi perhatian global setelah WHO menetapkan status kegawatdaruratan untuk kedua kalinya karena penyebaran infeksi virus yang meluas.

Netty mengimbau pemerintah untuk segera mengambil langkah cepat dan responsif guna mencegah dampak yang lebih buruk.

“Langkah cepat dan responsif harus segera diambil untuk menghindari risiko yang lebih buruk,” kata Netty melaui dalam rilisnya, Selasa 27 Agustus 2024.

Di Indonesia, tercatat 88 kasus cacar monyet sejak pertama kali ditemukan pada 2022, dengan 14 kasus terjadi sepanjang 2024.
Netty, politisi asal Jawa Barat, mendorong pemerintah untuk mengikuti protokol WHO dalam menangani penyakit ini, termasuk melakukan skrining ketat di pintu masuk dari negara-negara terdampak, seperti Thailand dan Filipina, yang telah melaporkan kasus baru.

Selain itu, Netty mengusulkan agar pemerintah memperkuat kampanye dan promosi penanganan cacar monyet secara masif di fasilitas publik.

Hal ini bertujuan agar masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai mengenai gejala, cara penanganan, serta penyebaran penyakit ini, baik di dunia, ASEAN, maupun di Indonesia. Netty juga menekankan pentingnya menyampaikan pesan tentang protokol kesehatan hingga ke daerah-daerah untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Menurutnya, upaya pencegahan harus diutamakan daripada pengobatan, terutama mengingat bahwa varian clade 1B yang berkembang di Afrika lebih berbahaya dibandingkan clade II. “Langkah ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi untuk melindungi kesehatan publik secara keseluruhan,” pungkasnya.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *