NewsBerita Utama

Penemuan Mayat di Lawu Green Forest Mahasiswi UGM asal Kebonsari Madiun Tewas dalam Kecelakaan saat Mudik Lebaran 2025

×

Penemuan Mayat di Lawu Green Forest Mahasiswi UGM asal Kebonsari Madiun Tewas dalam Kecelakaan saat Mudik Lebaran 2025

Sebarkan artikel ini
mahasiswa UGM
Ilustrasi korban kecelakaan mahasiswa UGM di kawasan Jalan Raya Sarangan-Cemoro sewu, Plaosan, Sheila Amelia Christanti. foto: istimewa/ tangkapan layar

KITAINDONESIASATU.COM – Mayat membusuk tertindih sepeda motor Honda Beat AE 3134 CA di salah satu parit Jalan Raya Sarangan-Cemoro Sewu ternyata Sheila Amelia Christanti (21), mahasiswi UGM.

Diketahui korban adalah warga Kebonsari, Kabupaten Madiun, hilang sejak 25 Maret 2025 dan ditemukan setelah dalam kondisi mengenaskan, Sabtu, 12 April 2025 sore.

Menurut penuturan teman-teman korban, ia terakhir terlihat keluar dari kos-kosannya di Seturan, Yogyakarta, setelah beraktivitas mengikuti kelas daring di kampus UGM Bulaksumur, Yogyakarta.

Saat itu Selasa 25 Maret 2025 korban hendak pulang mudik ke rumahnya di Kebonsari, Madiun dengan mengendarai motor seorang diri dari Yogyakarta melalui jalur Klaten – Solo.

Dilaporkan saat itu korban mengendarai Honda Beat tahun 2018 warga putih dengan ciri khas mengenakan jaket hijau army, dengan helm hitam berlogo Bogo.

Korban dalam perjalanan membawa tas ransel oranye merek Eaiger, namun pasca kepulangan korban yang tidak sampai di rumahnya di hingga akhirnya korban dilaporkan hilang.

Baca Juga  Update Puncak, Arah Atas Ditutup Total, Arus Balik ke Jakarta Diprioritaskan

Info orang hilang pun disebar, hingga tim pencari sempat melacak GPS, IMEI, hingga CCTV, jejaknya sempat terlacak di Colomadu, Boyolali, hingga terakhir di kawasan Lawu pukul 15.00 WIB kemudian hilang total.

Hingga akhirnya Sabtu, 12 April 2025, motor dan jenazah ditemukan di selokan jalur lereng Gunung Lawu, lokasi yang nyaris tak terdeteksi karena tertutup semak.

Diduga kuat, ini adalah akhir dari pencarian panjang Sheila, belum ada keterangan resmi dari kepolisian, namun dugaan kuat mengarah pada Sheila, mengingat kronologi dan pelat nomor kendaraan yang sama AE 3413 GA.

Ciri-ciri Sheila Amelia sendiri dilaporkan oleh keluarga mencap tinggi badan 148 cm, rambut merah panjang, usia 21 tahun, korban juga memakai behel gigi dengan membawa tas ransel oranye merek Eiger.

Bahkan laporan kehilangan telah dibuat ke Polsek Madiun dan Polsek Klaten sejak Rabu, 26 Maret 2025, namun saat itu belum ada perkembangan signifikan baru setelah penemuan mayat ini ada kabar baik tentang Sheila.

Baca Juga  Jangan Ditiru! Mabuk Ngebut Tabrak Trotoar, Warga Jepara Kehilangan Nyawa

Setelah polisi melakukan pemeriksaan mendalam bersama tim kedokterat dan didapati ciri-ciri khsuus sesuai dengan yang dilaporkan keluagranya dan memang benar mayat itu adalah Sheila Amelia Cristanti mahasiswa UGM Yogyakara asal Kenbonsari, Kabupaten madiun.

Kapolsek Plaosan AKP Joko Yuhono mengatakan kini jenazah korban telah diserahkan keluaganya setelah mendatangi dan mencocokan ciri-ciri khusus korban dan benar adanya.

Jenazah korban diserahkan setelah melalui pemeriksaan mendalam di RSUD dr Sayidiman selesai dilakukan pemeriksaan pukul 23:30 WIB selanjutkan kedua orangtua menemani jenazah di dalam ambulan diantar ke rumah duka di Kebonsari, Kabupaten Madiun, Sabtu (12/4/2025) hingga Minggu (13/4/2025) dini hari tadi.

Jenazah langsung dimakamkan dipemakaman umum desa setempat setelah melakukan perjalanan dengan ambulans dari Plaosan hingga Kebonsari, Kabupaten Madiun.

Kronologi penemuan
Peristiwa penemuan jenazah Sheila Amelia Cristanti bermula daro seorang warga yang mencium aroma bau busuk hingga ditelusuri ternyata ada jenazah terhimpit kendaraan sepeda motor di dalam parit.

Baca Juga  Cuaca Bogor 26 Desember 2024, Hujan Ringan dan Kelembapan Tinggi

Lokasi penemuan korban di Jalan Raya Cemorosewu-Sarangan tepatnya di tikungan Tamansari atau tikungan Lawu Green Forest, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Petugas mendatangi lokasi kejadian perkara setelah mendapatkan laporan ditemukan jenazah yang sudah meninggal dunia, tubuh korban ditemukan di kedalaman parit sekitar 77 cm dengan lebar sekitar 60 cm.

Terlihat tubuh korban tertindih sepeda motor di balik semak-semak rerumputan yang hijau yang tumbuh di pinggir jalan sehingga sepintas tidak terlihat dari jalan raya itu.

Kondisi jenazah sudah mengalami perubahan fisik dan tidak dikenali lagi secara kasat mata, korban langsung dibawa ke RSUD dr Sayidiman Magetan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih mendalam untuk mengungkap identitas korban.

Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal, hal ini diperkuat dengan adanya bekas pengereman di aspal jalan yang mengarah ke parit lokasi korban di temukan termasuk helm dan sepeda motor masih berada di lokasi.

Bahkan helm dalam kondisi pecah masih menempel degan sepeda motor tersebut hingga di dalam parit, hingga polisi menduga meninggalnya korban karena kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor perjalanan dari Yogyakarta ke arah Kebonsari Kabupaten Madiun. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *