Riset ini, berdasarkan data dari rover Curiosity di Kawah Gale, menawarkan sudut pandang baru. Tim peneliti dari New York University–Abu Dhabi (NYUAD) melakukan kajian mendalam pada Formasi Stimson—sekumpulan bukit pasir purba yang telah membatu.
Meski kini Gale adalah kawasan superkering, perubahan bukit pasir menjadi batu hanya dapat terjadi bila mereka pernah terpapar air.
Data yang dihimpun Curiosity menunjukkan adanya air tanah yang mengalir dari pegunungan sekitar, meresap ke lapisan pasir tua, dan meninggalkan struktur mirip gipsum—jenis mineral yang biasanya hanya terbentuk saat ada kehadiran air.
Hasil ini kemudian dibandingkan dengan formasi geologis di gurun UEA yang terbentuk lewat proses serupa, memperkuat dugaan bahwa bukit pasir Mars mengalami mekanisme yang sama.
“Reaksi Terlambat”
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa interaksi antara pasir dan air bawah tanah terjadi setelah Mars kehilangan air permukaan dan atmosfernya.



