News

Pemkot Bogor Sosialisasikan Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah

×

Pemkot Bogor Sosialisasikan Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah

Sebarkan artikel ini
Pemkot Bogor sosialisasikan Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah
Bunda PAUD Kota Bogor, Yantie Rachim, Sosialisasi Implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Kota Bogor. (Kis/Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar Sosialisasi Implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam penyelenggaraan pendidikan prasekolah.

Sosialisasi tersebut juga menjadi upaya untuk mendorong peningkatan akses dan partisipasi anak dalam memperoleh layanan pendidikan. Dengan demikian, angka partisipasi pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Bogor diharapkan dapat terus meningkat.

Perkuat Pemahaman tentang Pendidikan Prasekolah

Bunda PAUD Kota Bogor, Yantie Rachim, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar Kota Bogor untuk menguatkan pemahaman bersama mengenai peran PAUD dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat.

Menurut Yantie, penguatan pendidikan prasekolah juga berkaitan dengan dukungan terhadap kebijakan wajib belajar 13 tahun dan berbagai kebijakan pendidikan lainnya.

“Sosialisasi ini menjadi salah satu ikhtiar kita untuk menguatkan pemahaman bersama mengenai peran PAUD di Kota Bogor dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat, khususnya wajib belajar 13 tahun,” ujar Yantie Rachim di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Kota Bogor, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Selasa, 6 Oktober 2026.

Sosialisasi Implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 5-6 Oktober 2026.

Kegiatan diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari guru PAUD dan komite PAUD dari enam kecamatan di Kota Bogor.

Pada hari pertama, peserta berasal dari Kecamatan Bogor Tengah, Bogor Selatan, dan Bogor Timur. Sementara pada hari kedua, peserta berasal dari Kecamatan Tanah Sareal, Bogor Utara, dan Bogor Barat.

Yantie Rachim Tekankan Tumbuh Kembang Anak

Di hadapan para peserta, Yantie Rachim menekankan pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak dalam proses pendidikan. Menurutnya, anak usia 4-6 tahun perlu mendapatkan stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

“Sebagai orang tua kita harus tahu perkembangan anak di usia 4-6 tahun, begitu juga saat usia 7 tahun dan seterusnya. Jangan biarkan belajar calistung di saat kognitif anak belum cukup untuk menerimanya, karena akan menjadi beban akademis untuk anak-anak kalau dipaksakan,” kata Yantie Rachim.

Ia menambahkan bahwa membangun pondasi menjadi bagian penting dalam pendidikan anak usia dini. Pondasi tersebut diperlukan agar proses tumbuh kembang anak dapat berjalan dengan baik dan kuat.

Menurut Yantie, perkembangan otak anak tidak perlu dipaksakan. Anak perlu diberikan ruang untuk berkembang sesuai dengan tahapan usianya.

Pentingnya Waktu Bermain bagi Anak

Yantie Rachim juga menilai bahwa banyaknya anak usia sekolah dasar yang mulai merasa bosan belajar dapat berkaitan dengan kurangnya waktu bermain ketika masih berada pada usia dini.

Menurutnya, anak perlu mendapatkan keseimbangan antara stimulasi pendidikan dan kesempatan bermain sesuai dengan tahap perkembangannya.

Baca juga:

Proses belajar anak, lanjut Yantie, juga harus didukung dengan konsistensi dan contoh nyata yang jelas. Hal tersebut penting agar anak tidak mengalami kebingungan dalam memahami lingkungan di sekitarnya.

“Anak merupakan peniru yang sangat baik,” ujarnya.

Karena itu, lingkungan keluarga, guru, dan sekolah memiliki peran penting dalam memberikan contoh yang positif kepada anak.

Guru dan Komite PAUD Diharapkan Jadi Agen Informasi

Melalui kegiatan tersebut, Yantie Rachim berharap para guru dan komite PAUD yang hadir dapat menjadi agen informasi di lingkungan masing-masing.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk turut menyukseskan kampanye “Ayo Sekolah ke PAUD” sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses dan partisipasi anak dalam memperoleh layanan pendidikan prasekolah.

“Kerja sama antara orang tua, guru, dan sekolah mutlak dibutuhkan,” katanya.

Menurut Yantie, keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya bergantung pada sekolah. Dukungan keluarga dan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam membantu anak berkembang secara optimal.

Pemkot Bogor Dorong Pendidikan Sesuai Kebutuhan Anak

Di akhir kegiatan, Yantie Rachim berharap semakin banyak pihak yang memiliki komitmen untuk mengutamakan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Ia mengajak orang tua untuk terus mendampingi anak serta memberikan dukungan dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhannya.

“Biarkan anak tumbuh sesuai dengan fitrahnya. Sebagai orang tua terus dampingi dan berikan dukungan dengan memberikan stimulasi terbaik bagi kebutuhan anak,” tutup Yantie Rachim.

Melalui sosialisasi ini, Pemkot Bogor berharap pemahaman mengenai pentingnya pendidikan prasekolah semakin kuat. Sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, komite PAUD, dan orang tua diharapkan dapat mendorong peningkatan partisipasi PAUD sekaligus mendukung tumbuh kembang anak di Kota Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *