News

Pemkot Bogor Jemput Bola Tekan Angka Putus Sekolah, Jenal Mutaqin: Tak Ada Alasan Lagi Tidak Bersekolah

×

Pemkot Bogor Jemput Bola Tekan Angka Putus Sekolah, Jenal Mutaqin: Tak Ada Alasan Lagi Tidak Bersekolah

Sebarkan artikel ini
Pemkot Bogor Tekan Angka Putus Sekolah
Pemkot Bogor melalui Dinas Pendidikan memperkuat sinergi lintas sektor untuk menekan Angka Tidak Sekolah (ATS) 2026. Jenal Mutaqin menegaskan tidak ada lagi alasan bagi warga untuk tidak bersekolah.

KITAINDONESIASATU.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan mengumpulkan para penggiat pendidikan di Kota Bogor, mulai dari pengawas, penilik, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), organisasi mitra Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Masyarakat (Dikmas), hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menekan Angka Tidak Sekolah (ATS) di Kota Bogor pada tahun 2026. Dalam rapat tersebut juga dilibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) serta aparatur wilayah di enam kecamatan.

Jenal Mutaqin Minta Seluruh Stakeholder Aktif Jemput Bola

Dalam rapat sinergitas yang digelar di Hotel Onih, Kamis 6 Agustus 2026, Jenal Mutaqin menegaskan pentingnya koordinasi seluruh pemangku kepentingan untuk menekan angka putus sekolah.

“Selama semua stakeholder saling berkoordinasi, kita harus jemput bola. Kasi Kemas dari kecamatan dan kelurahan juga harus giat lagi door to door kepada warga yang putus sekolah,” kata Jenal Mutaqin dalam rapat sinergitas di salah satu Hotel, Kota Bogor, Kamis 6 Agustus 2026.

Menurutnya, data dan fakta menjadi dasar penting dalam menentukan langkah penanganan yang lebih maksimal terhadap masyarakat yang mengalami putus sekolah.

Faktor Ekonomi hingga Jarak Sekolah Jadi Tantangan

Jenal Mutaqin menjelaskan, terdapat berbagai faktor yang menyebabkan anak tidak melanjutkan pendidikan, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, jarak sekolah, hingga kebutuhan perlengkapan sekolah.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah telah menghadirkan berbagai solusi untuk mengatasi persoalan tersebut.

“PKBM itu gratis, dan lokasinya juga dekat. Alat-alat sekolah juga kita berikan. Saya rasa tidak ada lagi alasan untuk tidak bersekolah,” tegas Jenal Mutaqin.

Ia menambahkan, pendekatan yang lebih intensif perlu dilakukan oleh para penggiat pendidikan dengan dukungan aparatur wilayah serta OPD agar masyarakat yang putus sekolah dapat kembali mengenyam pendidikan.

Dinas Pendidikan Siapkan Pokjar di Kelurahan yang Belum Memiliki PKBM

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menyampaikan bahwa kegiatan penyamaan persepsi bersama para penggiat pendidikan merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan Angka Tidak Sekolah (ATS) di Kota Bogor.

Menurut Herry Karnadi, berbagai program yang telah dijalankan Pemkot Bogor, salah satunya Gebyar PKBM yang digelar pada Juni lalu, diyakini mampu memberikan dampak signifikan dalam menekan angka putus sekolah.

“Sehingga para pengawas, penilik, SKB, organisasi mitra PAUD dan Dikmas serta PKBM harus bergerak menjemput masyarakat. Kita juga akan bentuk Kelompok Belajar (Pokjar) untuk kelurahan yang belum ada PKBM-nya. Ada total 14 kelurahan yang belum ada,” tambah Herry Karnadi.

Pembentukan Kelompok Belajar (Pokjar) di 14 kelurahan yang belum memiliki PKBM diharapkan dapat memperluas akses pendidikan nonformal bagi masyarakat sekaligus mendukung target penurunan ATS di Kota Bogor pada tahun 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *