Menurutnya, banyak aspek yang perlu dipersiapkan, seperti strategi pencapaian target, ketersediaan lahan, hingga partisipasi pengembang dalam pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Isnaini juga menekankan pentingnya kejelasan alokasi anggaran, apakah seluruhnya akan bersumber dari APBN atau ada kontribusi dari APBD Banjarmasin.
Hal ini menjadi faktor kunci agar program tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Dengan adanya persiapan matang dari Pemko Banjarmasin, diharapkan program 3 juta rumah murah ini dapat memberikan solusi bagi permasalahan perumahan di Banjarmasin, khususnya bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. (Anang Fadhilah/aps)


