KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah saat ini sedang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis, agar anak-anak di Indonesia bisa makan-makanan yang bergizi yang penting untuk perkembangannya.
Beberapa sekolah di Indonesia sudah mendapatkan Makan Bergizi Gratis ini dan rata-rata berespon positif.
Untuk menu yang disajikan di tiap daerah itu berbeda-beda, tak disamakan serentak.
Bahkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan kalau Serangga dan Ulat bisa saja masuk kedalam menu Makan Bergzi Gratis (MBG).
Karean menurutnya ada beberapa daerah di Indonesia yang mengonsumsi Serangga dan Ulat.
Misal, Sebagian Masyarakat di Gunung Kidul terbiasa konsumsi belalang kemudian Masyarakat Papua juga sudah terbiasa mengkonsumsi ulat sagu.
Menurut Dadan juga ada beberapa serangga lain yang memang layak untuk konsumsi, seperti Jangkrik yang memang banyak memasarkan olahan jangkrik.
- Resep Kebab Hilla Ala Restoran, Olahan Daging Kurban yang Gurih dan Bikin Nambah
- Sapi Kurban 1,2 Ton dari Presiden Prabowo Akan Disembelih di Pakansari Bogor
- Masuk Best XI Super League 2025/2026, Francisco Rivera ingin Dedikasikan untuk Persebaya
- Link Nonton Good Luck Have Fun Don’t Die Full HD dan Resmi, Kekacauan Akibat AI
- Jadwal Nonton Acara Film Televisi Malam ini ada Sewu Dino hingga Hitman’s Wife’s Bodyguard
Jadi menu makan serangga dan ulat ini tak diperuntukan untuk daerah yang belum terbiasa, tetapi bisa diterapkan pada wilayah yang memang terbiasa dengan menu tersebut.
Memang taka da menu pasti untuk Makan Bergizi Gratis ini, namun Dadan memastikan kalau makanannya nanti tetap berlandaskan standar komposisi gizi.
Menurut Dadan, isi protein di berbagai daerah bergantung pada potensi sumber daya lokal dan kesukaan lokal. Dia pun meminta semua pihak tidak mengartikan lain tentang kemungkinan ini.
Jadi kalau di daerahnya banyak telur atau ikan, itulah yang akan menjadi menunya. Lalu setiap daerah juga karbohidratnya berbeda-beda.
Tak semua makan nasi, ada juga yang singkong, jagung, pisang rebus sesuai dengan sumber daya local yang dimiliki.
