KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah saat ini sedang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis, agar anak-anak di Indonesia bisa makan-makanan yang bergizi yang penting untuk perkembangannya.
Beberapa sekolah di Indonesia sudah mendapatkan Makan Bergizi Gratis ini dan rata-rata berespon positif.
Untuk menu yang disajikan di tiap daerah itu berbeda-beda, tak disamakan serentak.
Bahkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan kalau Serangga dan Ulat bisa saja masuk kedalam menu Makan Bergzi Gratis (MBG).
Karean menurutnya ada beberapa daerah di Indonesia yang mengonsumsi Serangga dan Ulat.
Misal, Sebagian Masyarakat di Gunung Kidul terbiasa konsumsi belalang kemudian Masyarakat Papua juga sudah terbiasa mengkonsumsi ulat sagu.
Menurut Dadan juga ada beberapa serangga lain yang memang layak untuk konsumsi, seperti Jangkrik yang memang banyak memasarkan olahan jangkrik.
- Balas Dendam Terbayar, Rachel/Febi Singkirkan Duo China di 16 Besar
- Persib Tak Mau Kehilangan Hodak, Negosiasi Panas Sedang Berlangsung
- Erupsi Dahsyat Semeru! 11 Kali Meletus Sehari, Awan Panas Mengalir 2,5 Km
- Viral! 10 Penumpang Terjebak Lift Lebak Bulus MRT Station Akibat Listrik Padam
- Pramono Janjikan Stasiun KRL JIS Rampung Mei 2026, Hadiah Spesial Ultah Jakarta
Jadi menu makan serangga dan ulat ini tak diperuntukan untuk daerah yang belum terbiasa, tetapi bisa diterapkan pada wilayah yang memang terbiasa dengan menu tersebut.
Memang taka da menu pasti untuk Makan Bergizi Gratis ini, namun Dadan memastikan kalau makanannya nanti tetap berlandaskan standar komposisi gizi.
Menurut Dadan, isi protein di berbagai daerah bergantung pada potensi sumber daya lokal dan kesukaan lokal. Dia pun meminta semua pihak tidak mengartikan lain tentang kemungkinan ini.
Jadi kalau di daerahnya banyak telur atau ikan, itulah yang akan menjadi menunya. Lalu setiap daerah juga karbohidratnya berbeda-beda.
Tak semua makan nasi, ada juga yang singkong, jagung, pisang rebus sesuai dengan sumber daya local yang dimiliki.


