KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Joe Biden menginstruksikan agar semua bendera Amerika Serikat dikibarkan setengah tiang selama 30 hari mulai Minggu, menyusul meninggalnya Jimmy Carter, Presiden AS ke-39, pada usia 100 tahun setelah hampir dua tahun menjalani perawatan di rumah sakit.
Rincian tentang pemakaman Carter, yang akan diselenggarakan oleh Satuan Tugas Gabungan Wilayah Ibu Kota Nasional, belum diumumkan, namun pemakaman kenegaraan biasanya disusun oleh presiden dan berlangsung selama beberapa hari.
Biden mengungkapkan bahwa timnya bekerja sama dengan keluarga Carter untuk memastikan penghormatan yang layak bagi presiden ke-39 tersebut, baik di AS maupun secara global.
Ia juga menambahkan bahwa persiapan upacara pemakaman sedang berlangsung, dan diharapkan akan ada “upacara besar” di Washington, DC.
Sebagian besar presiden yang telah meninggal disemayamkan di Rotunda Capitol AS untuk memberikan kesempatan bagi publik memberi penghormatan terakhir, diikuti dengan upacara pemakaman di Katedral Nasional Washington.
Biden sempat membocorkan sebelumnya bahwa Carter meminta dirinya untuk menyampaikan pidato penghormatan.
Jenazah Carter akan dibawa dari kampung halamannya di Plains, Georgia, ke Atlanta, di mana ia akan disemayamkan di Carter Center selama 36 jam.
Setelah pemakaman kenegaraan di Washington DC, jenazah Carter akan dibawa kembali ke Plains untuk dimakamkan di samping istrinya, Rosalynn Carter, dalam upacara keluarga yang lebih pribadi.
The Carter Center mengumumkan bahwa masyarakat dapat memberikan penghormatan kepada Carter melalui situs web mereka, dengan opsi untuk menandatangani buku belasungkawa.
Sebagai pengganti bunga, keluarga Carter meminta sumbangan untuk yayasan tersebut.- ***
Sumber: New York Post
