News

Pelantikan Donald Trump, 11.800 Petugas Dikerahkan Amankan Washington DC

×

Pelantikan Donald Trump, 11.800 Petugas Dikerahkan Amankan Washington DC

Sebarkan artikel ini
Suasana jalan di kawasan Washington DC dalam menyambut pelantikan Presiden Donald Trump. (Muhammad Afdal/Koresponden KIS di Amerika Serikat)
Suasana jalan di kawasan Washington DC dalam menyambut pelantikan Presiden Donald Trump. (Muhammad Afdal/Koresponden KIS di Amerika Serikat)

KITAINDONESIASATU.COM – Amerika Serikat mempunyai perhelatan besar yakni pelantikan Presiden ke-47. Pihak keamanan pun tak mau kecolongan. Keamanan ditingkatkan hingga ke level tertinggi. Kepala Polisi D.C. Pamela Smith juga mengatakan akan ada peningkatan signifikan dan terlihat dalam kehadiran polisi di seluruh Distrik.

Koresponden kitaindonesiasatu.com di Amerika Serikat, Muhammad Afdal, melaporkan petugas sudah ditempatkan di hampir seluruh penjuru kota.

“Seluruh departemen kepolisian kami akan diaktifkan untuk pelantikan presiden,” kata Smith, seraya menambahkan bahwa 4.000 petugas tambahan dari seluruh AS akan hadir sebagai bala bantuan. Smith mengatakan 7.800 anggota Garda Nasional juga akan dikerahkan di seluruh D.C. untuk membantu acara pelantikan.

Matt McCool, agen khusus Dinas Rahasia AS yang bertanggung jawab atas kantor lapangan Washington, mengatakan ratusan ribu orang diperkirakan akan berada di ibu kota negara untuk menyaksikan pelantikan presiden.

Pejabat distrik dan federal mengatakan perjalanan mungkin akan terganggu karena penutupan jalan lokal dan jalan raya akan berdampak langsung pada lalu lintas di sekitar National Mall, Gedung DPR AS, Convention Center, dan di sekitar Union Station.

Pada hari Minggu, 19 Januari 2025, sekitar pukul 06.00 pagi Jalan-jalan yang berdekatan dengan gedung putih dan Gedung capitol dibuka untuk lalu lintas lokal saja.

Mulai pukul 00.01 dini hari Senin, 20 Januari 2025,. Jalan-jalan ini akan ditutup , semua akses tertetup untuk umum, sampai lpukul 00.01 dini hari hingga hari Selasa, 21 Januari 2025. (Muhammad Afdal, Koresponden KIS di Amerika Serikat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *