KITAINDONESIASATU.COM Upaya menghadirkan wajah baru pasar rakyat terus dilakukan Perumda Pasar Tohaga dengan merancang konsep pengembangan yang tak biasa. Salah satunya dengan memastikan rencana pembangunan bioskop di Pasar Leuwiliang, sebagai bagian dari transformasi pasar menuju kawasan yang lebih modern, nyaman, dan ramah pengunjung.
Kehadiran bioskop tersebut diharapkan menjadi magnet baru yang mampu menggerakkan roda ekonomi sekaligus pusat hiburan masyarakat, khususnya warga Bogor Barat. Langkah ini juga diarahkan untuk mengembalikan fungsi pasar sebagai ruang publik dan pusat aktivitas warga, tidak hanya sebatas tempat transaksi jual beli.
Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan, menyampaikan bahwa rencana tersebut merupakan strategi untuk membangkitkan kembali daya tarik pasar rakyat agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Pasar ke depan tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga ruang aktivitas dan hiburan masyarakat. Ini juga sekaligus menghidupkan nostalgia, karena dulu Leuwiliang pernah memiliki bioskop yang menjadi pusat keramaian warga,” ujar Haris, dalam keterangan tertulis, Minggu 14 Febuari 2026.
Ia mengungkapkan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan penyedia layanan bioskop. Pada tahap awal, pembangunan akan difokuskan pada dua studio terlebih dahulu.
“Insya Allah kami sudah berkomunikasi dengan penyedia layanan bioskop. Untuk tahap awal direncanakan akan dibangun dua studio terlebih dahulu,” jelasnya.
Haris menegaskan, keberadaan bioskop di dalam kawasan pasar tidak akan menggeser fungsi utama pasar rakyat. Justru sebaliknya, fasilitas hiburan tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah pengunjung, yang berdampak langsung pada perputaran ekonomi para pedagang.
“Dengan meningkatnya kunjungan masyarakat, tentu transaksi pedagang juga akan ikut terdongkrak. Konsepnya saling menguatkan, bukan saling meniadakan,” kata Haris.
Saat ini, proses pembangunan Pasar Leuwiliang masih terus berjalan. Progres fisik telah mendekati 50 persen, dengan target penyelesaian sesuai kontrak pada Desember mendatang, meski pihaknya mendorong agar pengerjaan dapat rampung lebih cepat.
“Pembangunan masih berjalan dan kami upayakan bisa selesai lebih cepat dari target kontrak,” ujarnya.
Selain bioskop, pengembangan Pasar Leuwiliang juga akan diarahkan menjadi kawasan yang lebih modern dengan menghadirkan beragam pilihan kuliner serta fasilitas penunjang lainnya, tanpa menggeser keberadaan pedagang lokal yang telah lama beraktivitas di pasar tersebut. Segmentasi pasar pun akan diatur agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Jika terealisasi, pasar ini diharapkan menjadi salah satu ikon baru pusat aktivitas ekonomi dan hiburan masyarakat di wilayah barat Kabupaten Bogor,” pungkas Haris Setiawan. (Nicko)


