KITAINDONESIASATU.COM – Pada Senin, 9 September 2024, otoritas Palestina menyelenggarakan pemakaman untuk Aysenur Ezgi Eygi, seorang aktivis Amerika yang ditembak dan dibunuh oleh pasukan Israel minggu lalu.
Eygi, berusia 26 tahun dan berasal dari Seattle dengan kewarganegaraan Turki, terbunuh selama demonstrasi menentang permukiman di Tepi Barat yang diduduki.
Prosesi pemakaman aktivis asal Amerika itu dihadiri oleh banyak pelayat, termasuk pejabat tinggi Otoritas Palestina.
Jenazah Eygi dibungkus dengan bendera Palestina dan wajahnya ditutupi syal kotak-kotak hitam-putih saat dipindahkan oleh pasukan keamanan dan dimasukkan ke dalam ambulans Palestina.
BACA JUGA: Serangan Brutal Israel di Gaza, ICMI Serukan Aksi Internasional untuk Palestina
Turki sedang berusaha memulangkan jenazah Eygi untuk dimakamkan di Didim, kota pesisir Aegea, sesuai dengan keinginan keluarganya.
Namun, jalur darat ke Yordania ditutup setelah serangan terhadap warga sipil Israel, sehingga Turki berusaha membawa jenazah melalui udara.
Jonathan Pollak, seorang aktivis perdamaian Israel yang juga ikut dalam protes tersebut, menyatakan bahwa Eygi tidak menimbulkan ancaman saat ditembak oleh pasukan Israel.
Pollak mengatakan bahwa penembakan terjadi setelah bentrokan antara tentara dan demonstran Palestina, ketika dua tentara Israel naik ke atap sebuah rumah, mengarahkan senjata, dan menembak, dengan salah satu peluru mengenai kepala Eygi.
Militer Israel menyatakan sedang menyelidiki insiden tersebut. Mereka menyebutkan bahwa pasukan keamanan terlibat dalam membubarkan kerusuhan di dekat Beita, di mana bentrokan melibatkan warga Palestina dan Israel.
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa pasukan keamanan melepaskan tembakan ke udara.
Keluarga Eygi telah meminta pemerintahan Biden untuk melakukan penyelidikan independen terhadap pembunuhan tersebut. Permintaan ini diumumkan oleh International Solidarity Movement, tempat Eygi menjadi relawan.- ***
Sumber: AP News

